Liga Champions
Kegagalan Panjang Arsenal di Eropa, 226 Pertandingan Tanpa Trofi
Kekalahan Arsenal atas PSG di final Liga Champions memperpanjang rekor buruk di kompetisi Eropa menjadi 226 laga tanpa menghasilkan satu trofi.
Ringkasan Berita:
- Arsenal kalah 4-3 atas PSG di babak final Liga Champions 2025/2026 melalui adu penalti di Puskas Arena, Minggu (31/5/2026) dinihari WIB.
- Kekalahan tersebut menambah panjang rentetan kegagalan Arsenal di kompetisi Eropa menjadi 226 pertandingan tanpa menghasilkan satu trofi gelar juara.
- Musim hebat Arsenal di Liga Champions musim ini tanpa klimaks.
TRIBUNNEWS.COM - Tidak ada tim selain Arsenal yang gagal juara di Eropa setelah mencatatkan pertandingan terbanyak.
Sejak trofi Eropa terakhir di ajang Piala Winners UEFA musim 1993/1994 atas Parma, Arsenal belum memenangkan gelar Eropa lagi.
Terlebih di ajang Piala Eropa atau Liga Champions. Arsenal total melakoni pertandingan sebanyak 226 laga, dan menjadikan itu sebagai klub yang menjalani periode terpanjang tanpa gelar juara.
"Arsenal telah memainkan lebih banyak pertandingan dalam sejarah Piala Eropa/Liga Champions UEFA daripada klub lain mana pun tanpa memenangkan trofi (226 laga)," tulis statistik Opta.
Gagal Klimaks
Sepekan yang lalu, Arsenal bersuka cita karena berhasil memenangkan gelar juara Liga Inggris setelah 22 tahun.
Kali ini dari Budapest, Arsenal memiliki peluang untuk menorehkan sejarah baru di ajang Liga Champions.
Final pertama setelah dua dekade karena ditaklukkan Barcelona.
Laga melawan PSG menjadi pertandingan ke-63 sekaligus menjadi penutup musim 2025/2026.
Jumlah pertandingan tersebut menjadi yang paling banyak di antara klub liga lima besar Eropa.
Ini juga menjadi pertandingan terbanyak Arsenal dalam 46 tahun ketika mereka memainkan 70 pertandingan dan menjadi rekor klub pada musim 1979/1980.
Pada akhirnya, Arsenal hanya mampu memenangkan satu dari empat trofi yang bisa diraih musim ini.
Kegagalan di Carabao Cup berlanjut di Piala FA dan Liga Champions.
Carabao Cup kalah dari Man City, sementara di Piala Liga takluk dari Southampton sebelum dibungkam PSG di Liga Champions.
Saat melawan PSG, tim asuhan Mikel Arteta dalam tekanan yang tinggi meskipun mencetak gol lebih dulu dalam 10 menit awal babak pertama lewat tendangan Kai Havertz.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Reaksi-Mikel-Arteta-setelah-Arsenal-gagal-lolos-final-Liga-Champions.jpg)