Selebrasi Lokal
Argentina Melawan Crash di Piala Dunia 2026: Di Atas Kertas, Lionel Scaloni Punya Segalanya
Argentina yang berstatus juara bertahan di Piala Dunia 2026 akan berjuang melawan crash yang kerapkali dirasakan oleh tim dengan predikat tersebut.
Ringkasan Berita:
- Argentina yang berstatus juara bertahan di Piala Dunia 2026 akan berjuang melawan crash yang kerapkali dirasakan oleh tim dengan predikat tersebut.
- Di bawah komando pelatih Lionel Scaloni, tim Tango akan berjuang sebaik-baiknya demi bisa melaju sejauh mungkin di Piala Dunia 2026.
- Salah satu sosok di balik layar akun Spieltag Indonesia, Adrian pun mewanti-wanti Argentina, meskipun peluang mereka menjadi juara tetap besar.
TRIBUNNEWS.COM - Perjalanan Timnas Argentina di Piala Dunia 2026 mendatang, diyakini bakal mendapat sorotan tajam sepanjang turnamen.
Hal itu terasa wajar karena status Argentina sebagai juara bertahan di turnamen empat tahunan tersebut.
Situasi lebih menarik karena Piala Dunia 2026 diprediksi akan menjadi panggung terakhir tarian Lionel Messi di level internasional.
Alhasil, kiprah Tim Tango bersama pelatih Lionel Scaloni makin ditunggu di panggung Piala Dunia edisi kali ini.
Entah bisa mempertahankan gelar juara atau tersingkir lebih awal sebelum final, sepak terjang Argentina bakal tetap dinanti.
Tepat tiga hari yang lalu pada Jumat (29/5/2026), Scaloni telah merilis daftar 26 nama pemain yang ia panggil untuk memperkuat Argentina di Piala Dunia 2026.
Hampir mayoritas pemain yang dipanggil Scaloni merupakan para jagoannya saat menjuarai Piala Dunia 2022 di Qatar.
Sebut saja Lionel Messi, Emiliano Martinez, Julian Alvarez, Enzo Fernandez, Alexis Mac Allister, hingga Cristian Romero.
Baca juga: Bek Senior Persib Dukung Prancis di Piala Dunia 2026, Targetkan Final Ulang Lawan Argentina
Sementara itu, nama seperti Franco Armani, Juan Foyth, German Pezzella, Marcos Acuna, Angel Di Maria, Alejandro Gomez, Guido Rodriguez, Paulo Dybala, dan Angel Correa menjadi pemain yang memperkuat Argentina di Piala Dunia 2022, namun tidak dipanggil pada edisi kali ini, karena berbagai alasan.
Untuk debutan, ada sosok pemain muda seperti Nico Paz yang musim ini tampil menyilaukan di Como 1907.
Lalu, nama pemain muda lain seperti Alejandro Garnacho (Chelsea) dan Franco Mastantuono (Real Madrid) tidak dipanggil Scaloni.
Ditanya soal dasar keputusannya memilih pemain, Scaloni menyebut ada banyak aspek yang dipertimbangkan.
Termasuk soal kebutuhan tim hingga peran yang mana hal itu bisa menunjang performa Argentina di Piala Dunia nantinya.
"Kami memiliki pemain untuk berbagai peran, jika semuanya berjalan lancar sesuai rencana, daftar skuad ini sudah memberi kami lebih banyak dinamisme dan vertikalitas ketika kami membutuhkannya," kata Scaloni kepada DSports, dikutip dari laman FIFA.
"Kami telah menetapkan gaya permainan kami, dan kami tidak akan mengubahnya,"
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Timnas-Agentina-pada-Piala-Dunia-2026-tergabung-di-Grup-J.jpg)