Selasa, 2 Juni 2026

Selebrasi Lokal

Ancelotti Kasih Ancaman Halus untuk Neymar, Tantang Bersaing Sehat dengan Vinicius dan Raphinha

Neymar di Piala Dunia 2026 tak jadi sosok yang menjadi pusat segalanya. Brasil memasuki era baru yang tidak lagi sepenuhnya bergantung kepadanya.

Tayang:
Tribunnews.com via ChatGPT
TIM NASIONAL BRASIL - Timnas Brasil pada Piala Dunia 2026 tergabung di Grup C bersama Maroko, Skotlandia, dan Haiti. Vinicius Junior percaya diri hadirnya Neymar bisa jadi pembeda di Piala Dunia 2026. 

"Saya tidak akan pernah memberi tahu Raphinha harus bermain di mana saat kami menguasai bola," kata Ancelotti.

Ia menjelaskan bahwa Raphinha diberi kebebasan penuh untuk mengeksplorasi kreativitasnya di lapangan.

"Apa yang saya minta darinya adalah tetap dekat dengan garis pertahanan lawan karena dalam menyerang ruang, saya rasa dia adalah pemain terbaik di dunia," ujar mantan pelatih Real Madrid tersebut.

Baca juga: Momen Asyik Bareng Neymar, Vinicius Riang Gembira Songsong Piala Dunia 2026

Pujian besar itu sekaligus menunjukkan meningkatnya status Raphinha di Timnas Brasil

Bersama Vinicius Junior, pemain Barcelona itu kini menjadi bagian penting dari wajah baru Selecao.

Sementara itu, Neymar datang ke Piala Dunia 2026 dalam kondisi yang tidak ideal. 

Cedera ACL yang dialaminya pada Oktober 2023 membuatnya lebih banyak absen dalam beberapa tahun terakhir.

Kini, di usia 34 tahun, Neymar menghadapi tantangan besar untuk kembali membuktikan dirinya masih layak menjadi pusat permainan Brasil.

Meski begitu, Ancelotti tampaknya belum menutup pintu sepenuhnya untuk sang pemain. Ia hanya ingin memastikan bahwa semua pemain, termasuk Neymar, harus bersaing secara sehat demi tempat utama.

Dukungan Lokal untuk Brasil 

Wakil Bupati Bangkalan, Moch Fauzan Ja'far, menjadi salah satu tokoh daerah yang percaya Timnas Brasil mampu mengakhiri Piala Dunia 2026 sebagai juara.

Fauzan bahkan memprediksi Tim Samba bakal melaju hingga final dan menghadapi Spanyol dalam perebutan trofi.

Menurutnya, Brasil memiliki keunggulan besar dalam hal regenerasi pemain yang terus berjalan konsisten dari generasi ke generasi.

"Urusan pasokan talenta dan SDM sepak bola, sepertinya Brazil memang gudang bakat alami, tidak pernah surut bahkan seperti genetik. Skuad Tim Samba saat ini sudah terbiasa bermain dengan atmosfer yang sangat tinggi di liga-liga top Eropa," ungkap Fauzan kepada Tribun Madura, Minggu (31/5/2026).

Ia juga menilai kehadiran Carlo Ancelotti sebagai pelatih menjadi nilai tambah penting bagi peluang Brasil di turnamen kali ini.

"Apalagi Tim Samba dinahkodai Carlo Anceloti, salah satu pelatih senior asal Italy dan tersukses dengan banyak trofi juara Liga Champion di klub AC Milan maupun Real Madrid. Di atas kertas, saya memprediksi Brazil akan mudah lolos di Grup C dan terus melenggang ke final berhadapan dengan Spanyol," jelas Fauzan.

Sesuai Minatmu
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

Klub
D
M
S
K
GM
GK
-/+
P
1
Arsenal
38
26
7
5
71
27
44
85
2
Man. City
38
23
9
6
77
35
42
78
3
Manchester United
38
20
11
7
69
50
19
71
4
Aston Villa
38
19
8
11
56
49
7
65
5
Liverpool
38
17
9
12
63
53
10
60
© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved