Rabu, 3 Juni 2026

Selebrasi Lokal

Ekspektasi Tinggi Prancis dan Deschamps di Piala Dunia 2026, Rekor Fenomenal Tercipta Jika ke Final

Didier Deschamps bisa tinggalkan Timnas Prancis dengan cara fenomenal. Sejarah besar menanti jika berhasil bawa Les Bleus ke final Piala Dunia 2026.

Tayang:
Tribunnews.com via ChatGPT
TIMNAS PRANCIS - Timnas Prancis pada Piala Dunia 2026 tergabung di Grup I bersama Norwegia, Senegal dan Irak. Piala Dunia 2026 akan menjadi turnamen terakhir Didier Deschamps bersama Timnas Prancis. Sejarah besar menanti Didier Deschamps jika berhasil bawa Les Bleus ke final Piala Dunia 2026. Ia bisa meninggalkan Prancis dengan cara fenomenal. 

Di sisi lain, Kylian Mbappe kembali menunjukkan ketajamannya setelah menjadi top skor Liga Champions musim ini dengan 15 gol.

Tak hanya itu, Deschamps juga masih memiliki banyak opsi lain seperti Marcus Thuram, Desire Doue, hingga Rayan Cherki.

Namun justru banyaknya bintang itu menjadi tantangan tersendiri bagi sang pelatih.

"Mereka tidak akan bisa bermain semuanya," ujar Deschamps.

"Ada banyak potensi besar, tetapi kami membutuhkan chemistry yang tepat tanpa membiarkan ego individu mengganggu. Kami membutuhkan keseimbangan dan kecocokan antarpemain," lanjutnya.

TROFI PIALA DUNIA - Trofi Piala Dunia dipamerkan saat acara FIFA World Cup™ Trophy Tour by Coca-Cola di Jakarta, Kamis (22/1/2026). Jelang FIFA World Cup 2026, Coca Cola Indonesia menggelar acara FIFA World Cup™ Trophy Tour by Coca-Cola, dimana acara ini memberikan kesempatan istimewa bagi pencinta sepak bola Indonesia untuk melihat langsung The Original FIFA World Cup™ Trophy berbahan emas 18 karat, sekaligus merasakan euforia olahraga paling digemari di dunia. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
TROFI PIALA DUNIA - Trofi Piala Dunia dipamerkan saat acara FIFA World Cup™ Trophy Tour by Coca-Cola di Jakarta, Kamis (22/1/2026). Jelang FIFA World Cup 2026, Coca Cola Indonesia menggelar acara FIFA World Cup™ Trophy Tour by Coca-Cola, dimana acara ini memberikan kesempatan istimewa bagi pencinta sepak bola Indonesia untuk melihat langsung The Original FIFA World Cup™ Trophy berbahan emas 18 karat, sekaligus merasakan euforia olahraga paling digemari di dunia. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

Deschamps tampak tidak ingin para pemainnya terlena oleh status unggulan. 

Ia berkali-kali menegaskan bahwa sepak bola bisa dengan cepat menghukum tim yang merasa terlalu nyaman di atas.

Hal itu pula yang membuat laga pembuka Grup I melawan Senegal pada 17 Juni mendatang dianggap sangat penting.

Prancis sendiri pernah mendapat pengalaman buruk melawan Senegal. Pada Piala Dunia 2022 mereka kalah 1-0 di laga pembuka.

Namun Deschamps menolak menyebut laga nanti sebagai ajang balas dendam.

"Tidak ada istilah balas dendam dalam olahraga. Itu sudah menjadi sejarah. Ini adalah babak baru," katanya.

"Senegal adalah salah satu negara sepak bola terbaik di Afrika," terangnya.

Setelah Senegal, Prancis juga masih akan bertemu Irak dan baru kemudian tim kuda hitam Norwegia.

Baca juga: Peta Kekuatan Grup I Piala Dunia 2026: Jalan Terjal Timnas Prancis Lolos ke 32 Besar

Meski memiliki skuad bertabur bintang, Deschamps tetap menaruh perhatian pada faktor pengalaman. Ia menilai skuad Prancis saat ini lebih muda dibanding generasi juara 2018.

"Pada 2018, banyak pemain sudah mengalami Piala Dunia 2014 dan Euro 2016. Kali ini saya memiliki banyak pemain muda dengan pengalaman minim di turnamen besar," jelasnya.

Sesuai Minatmu
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

Klub
D
M
S
K
GM
GK
-/+
P
1
Arsenal
38
26
7
5
71
27
44
85
2
Man. City
38
23
9
6
77
35
42
78
3
Manchester United
38
20
11
7
69
50
19
71
4
Aston Villa
38
19
8
11
56
49
7
65
5
Liverpool
38
17
9
12
63
53
10
60
© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved