Liga Belanda
Maarten Paes Punya Pelatih Baru, Ajax Datangkan Sosok Pencetak Sejarah di Girona
Maarten Paes punya pelatih baru di Ajax. Tunjuk Michel, sosok history maker-nya Girona, siap memimpin proyek kebangkitan klub Belanda itu.
Ringkasan Berita:
- Ajax Amsterdam resmi menunjuk Michel sebagai pelatih kepala hingga 2028. Juru taktik asal Spanyol itu akan memimpin era baru setelah musim 2025/2026 yang mengecewakan.
- Michel dikenal sebagai sosok di balik kesuksesan Girona, mulai dari promosi ke La Liga hingga finis ketiga dan lolos ke Liga Champions pada musim 2023/2024.
- Kehadiran Michel menjadi kabar baik bagi Maarten Paes. Kiper Timnas Indonesia itu berpeluang memainkan peran penting dalam proyek kebangkitan Ajax musim depan.
TRIBUNNEWS.COM - Klub Maarten Paes, Ajax Amsterdam resmi menunjuk Miguel Angel Sanchez Munoz atau yang akrab disapa Michel sebagai pelatih kepala baru untuk musim 2026/2027.
Kehadiran pelatih asal Spanyol tersebut menjadi salah satu langkah penting Ajax dalam memulai era baru setelah menjalani musim yang penuh kekecewaan.
Adapun Michel sendiri telah menandatangan kontrak sebagai pelatih kepala selama dua musim, hingga 30 Juni 2028.
Penunjukan Michel juga menjadi kabar menarik bagi kiper Timnas Indonesia, Maarten Paes, yang kini akan bekerja di bawah arahan salah satu pelatih paling inovatif dalam sepak bola Spanyol dalam beberapa tahun terakhir.
Michel, Sosok Pencetak Sejarah bagi Girona
Nama Michel mulai mencuri perhatian publik sepak bola Eropa ketika berhasil mengubah Girona dari tim papan tengah menjadi salah satu kekuatan baru di La Liga.
Prestasi pertamanya datang pada musim 2021/2022 saat membawa Girona promosi ke kasta tertinggi sepak bola Spanyol. Namun, pencapaian terbesar Michel terjadi dua musim kemudian.
Pada musim 2023/2024, ia sukses mengantarkan Girona finis di posisi ketiga klasemen La Liga dengan koleksi 81 poin. Raihan tersebut menjadi pencapaian terbaik sepanjang sejarah klub dan sekaligus memastikan Girona lolos ke Liga Champions untuk pertama kalinya.
Keberhasilan itu membuat Michel mendapat banyak pujian karena mampu membangun tim yang kompetitif meski tidak memiliki sumber daya sebesar klub-klub elite Spanyol seperti Real Madrid, Barcelona, atau Atletico Madrid.
Gaya bermain menyerang, penguasaan bola yang dominan, serta keberaniannya memberi kesempatan kepada pemain muda menjadi ciri khas utama kepelatihannya.
Meski sempat membawa Girona ke level tertinggi, perjalanan klub asal Katalonia tersebut tidak selalu berjalan mulus.
Setelah tampil di Liga Champions, Girona mengalami penurunan performa yang cukup drastis. Musim 2025/2026 menjadi periode sulit bagi mereka hingga akhirnya harus menerima kenyataan pahit terdegradasi dari La Liga.
Namun, kegagalan tersebut tidak menghapus reputasi Michel sebagai pelatih berkualitas.
Banyak pihak menilai penurunan Girona lebih dipengaruhi oleh keterbatasan kedalaman skuad dan padatnya jadwal kompetisi daripada faktor kepelatihan semata.
Karena itulah Ajax melihat Michel sebagai sosok yang tepat untuk memimpin proyek kebangkitan klub.
Baca juga: Romantis! Maarten Paes Lamar Kekasih Jelang Gabung Timnas Indonesia untuk FIFA Matchday Juni 2026
Ajax Ingin Bangkit dari Musim yang Mengecewakan
Ajax memasuki musim 2026/2027 dengan banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Eskpresi-Maarten-Paes-setelah-menepis-penendang-penalti-FC-Utrecht.jpg)