Selebrasi Lokal
Polemik Tempat Latihan Piala Dunia 2026: Dekat Lokasi Penembakan hingga Sarang Ular Berbisa
Polemik di tempat latihan Piala Dunia 2026, munculnya kasus penembakan hingga dekat sarang ular berbisa.
Ringkasan Berita:
- Piala Dunia 2026 diwarnai berbagai polemik, mulai dari insiden penembakan dekat markas latihan Timnas Inggris di Kansas City.
- Sementara masalah visa Amerika Serikat, hingga mahalnya harga tiket pertandingan turut dibahas oleh salah satu orang Spieltag Indonesia, Adrian.
- Sedangkan Timnas Swiss menghadapi ancaman ular berbisa di area latihan mereka di San Diego, dan Timnas Norwegia juga mendapat peringatan terkait keberadaan ular Copperhead di lokasi pemusatan latihan.
TRIBUNNEWS.COM - Sejumlah polemik mewarnai persiapan tim-tim peserta Piala Dunia 2026. Mulai dari insiden penembakan di dekat markas latihan Timnas Inggris hingga ancaman ular berbisa yang mengintai area pemusatan latihan Timnas Swiss.
Kekhawatiran pertama muncul dari Kansas City, Missouri, yang menjadi salah satu lokasi pemusatan latihan Timnas Inggris selama gelaran Piala Dunia 2026 berlangsung.
Menurut laporan Reuters, sembilan orang mengalami luka ringan akibat insiden penembakan yang terjadi pada Sabtu (7/6/2026) waktu setempat.
Peristiwa tersebut berlangsung sekitar empat mil atau 6,4 kilometer dari Swope Soccer Village, kompleks latihan yang akan digunakan Timnas Inggris sebagai markas selama turnamen berlangsung.
Beruntung, skuad berjuluk The Three Lions belum tiba di Kansas City ketika insiden terjadi. Tim asuhan Thomas Tuchel itu masih berada di Florida dan dijadwalkan menjalani laga uji coba terakhir melawan Kosta Rika di Orlando pada Kamis (11/6/2026) pukul 03.00 WIB.
Meski tidak berdampak langsung terhadap tim, kejadian tersebut kembali menyoroti persoalan kekerasan senjata api di Amerika Serikat yang masih menjadi perhatian menjelang bergulirnya Piala Dunia 2026.
Insiden di Kansas City hanyalah satu dari sejumlah polemik yang membayangi penyelenggaraan Piala Dunia 2026.
Sebelumnya, perhatian publik sempat tertuju pada kebijakan visa Amerika Serikat yang dinilai berpotensi menyulitkan sejumlah negara peserta maupun para pendukung yang ingin menyaksikan turnamen secara langsung.
Selain itu, hubungan politik antara Iran dan Amerika Serikat juga menjadi sorotan menjelang kompetisi dimulai. Situasi tersebut dikhawatirkan dapat memengaruhi mobilitas suporter, pengamanan pertandingan, hingga atmosfer penyelenggaraan turnamen di negara tuan rumah.
Polemik lain yang tak kalah menyita perhatian adalah melonjaknya harga tiket pertandingan di Amerika Serikat.
Sebagai contoh, untuk laga pembuka yang mempertemukan Amerika Serikat melawan Paraguay di Inglewood, California, pada 13 Juni mendatang, tiket kategori 1 di barisan depan kini dijual hingga 4.105 dolar AS atau sekitar Rp70 juta, sebagaimana dilaporkan ESPN.
Angka tersebut mengalami kenaikan signifikan dibandingkan harga sebelumnya. Pada penjualan awal, tiket kategori yang sama dibanderol dengan harga tertinggi 2.735 dolar AS atau sekitar Rp46,7 juta.
Baca juga: Harga Makanan dan Minuman Piala Dunia 2026 Bikin Syok, Sebotol Air Mineral Rp156 Ribu
Berbagai polemik yang mengiringi persiapan Piala Dunia 2026 tersebut turut menjadi bahan pembahasan dalam podcast langsung Tribunnews berjudul "SUPER TAKTIK: Peta Kekuatan Piala Dunia 2026 hingga Mimpi Timnas Indonesia" bersama Adrian dari Spieltag Indonesia.
"Itu sudah menjadi drama, baik di luar maupun di dalam lapangan," kata Adrian.
"Amerika Serikat memiliki banyak aturan, terutama terkait visa. Ditambah lagi harga tiket Piala Dunia 2026 lebih mahal dibandingkan edisi sebelumnya."
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Daftar-Lengkap-48-Peserta-Piala-Dunia-2026-dari-berbagai-zonawilayah.jpg)