Selebrasi Lokal
Cerita Mantan Pecandu Judi Bola dan Waspada Daya Pikat Piala Dunia 2026
Mantan pecandu judi asal Inggris, Paul Nash, mengingatkan ancaman besar Piala Dunia 2026 terhadap aktivitas ilegal berupa judi bola.
Ringkasan Berita:
- Pecandu judi asal Inggris, Paul Nash, menceritakan bagaimana dirinya keluar dari rasa kecanduan judi bola
- Paul Nash mencoba mengantisipasi daya pikat Piala Dunia 2026 yang beriringan dengan besarnya aktivitas ilegal judi bola
- Polri mengingatkan untuk mewaspadai kegiatan ilegal judi bola di Piala Dunia 2026 berkedok nonton bareng
TRIBUNNEWS.COM - Pesta sepak bola sejagat empat tahunan besutan FIFA, Piala Dunia 2026, akan mulai bergulir 12 Juni mendatang di AS, Kanada, dan Meksiko.
Seperti lazimnya sepak bola dunia sekaliber Piala Dunia, taruhan dalam bentuk judi, diprediksi kuat akan meningkat.
Hal itu juga disampaikan mantan pecandu judi asal Inggris, Paul Nash. Pria asal Haywards Heath, West Sussex, menceritakan bagaimana dirinya begitu 'terikat' akan aktivitas judi sejak kuliah.
Lebih dari satu dekade, Paul Nash kehilangan atau menelan kerugian mencapai dari Rp2 miliar, akibat rasa candunya terhadap judi.
Nash kemudian menceritakan bagaimana sensasi yang dia rasakan ketika melakukan aktivitas ilegal tersebut.
"Ini tentang kurangnya rasa percaya diri, bandar judi membuat Anda merasa dihargai," ceritanya kepada BBC.
Untungnya, hampir dalam 4 tahun terakhir, Nash sudah bisa mengatasi rasa candunya terhadap judi sepak bola. Dia juga berkomitmen untuk menjalani pemulihan seumur hidupnya.
"Saya selalu memikirkan tentang perjudian, perbedaannya hanya pada kenyataan bahwa saya tidak bertindak berdasarkan dorongan hati saya," katanya.
Piala Dunia Menjadi Demam Judi
Disadari oleh Nash, event sepak bola dunia seperti Piala Dunia 2026 menjadi momen puncak kegiatan ilegal seperti judi bola meningkat drastis.
Tidak bisa dipungkiri, Nash belum sepenuhnya terlepas dari candu judi bola. Apalagi event sebesar Piala Dunia.
Untuk mengantisipasi 'penyakitnya yang kambuh', Nash memilih menghubungi GamCare, sebuah organisasi amal terkemuka di Inggris yang menyediakan informasi, saran, dan dukungan gratis bagi siapa saja yang terdampak oleh kecanduan atau bahaya perjudian.
Baca juga: Demo Guru Hantam Meksiko, Presiden Sheinbaum Janji Pembukaan Piala Dunia 2026 Lancar
"Setiap turnamen besar selalu mendorong saya untuk berjudi lebih banyak."
"Setiap kali saya berada dalam posisi di mana saya mempertanyakan apakah saya harus memasang taruhan atau tidak, yang bisa saya lihat hanyalah apa yang telah saya capai sejak menjalani pemulihan."
Sementara Mark Weiss dari GamCare, menjelaskan bagaimana aktivitas ilegal judi akan lebih sulit dikontrol di tengah euforia Piala Dunia 2026.
"Turnamen seperti Piala Dunia itu luar biasa," kata Mark Weiss dari GamCare.
"Namun bagi sebagian orang, intensitas dan peluang untuk bertaruh dapat membuat perjudian lebih sulit dikelola."
Datanya menunjukkan, setelah Piala Dunia 2022, layanan bantuan perjudian nasional mengalami peningkatan kontak untuk mengantisipasi kecanduan, mencapai 11 persen.
"Piala Dunia tahun ini adalah yang terbesar dalam sejarah, dengan 104 pertandingan sepanjang Juni dan Juli, seringkali beberapa pertandingan dalam sehari."
Polri Beri Peringatan
Sementara itu, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penipuan berkedok tiket nonton bareng (nobar) serta praktik judi bola menjelang penyelenggaraan Piala Dunia 2026.
“Masyarakat dapat memanfaatkan layanan hotline 110 untuk melaporkan apabila menemukan indikasi penipuan,” ujar Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu dikutip dari situs Humas Polri.
Selain potensi penipuan, Polri turut mengingatkan masyarakat agar tidak terlibat dalam aktivitas judi bola yang kerap meningkat saat berlangsungnya ajang olahraga internasional.
Praktik tersebut dinilai berpotensi memicu tindak pidana lain yang merugikan masyarakat.
“Judi bola harus kita antisipasi bersama. Jangan sampai momentum ini justru dimanfaatkan untuk aktivitas melanggar hukum yang dapat menimbulkan kerugian,” tegasnya.
(Tribunnews.com/Giri)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Trofi-Piala-Dunia-2026-di-Jakarta_20260122_194514.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.