Selebrasi Lokal
Laga Pertama yang Berujung Permintaan Maaf, Ancelotti: Main Brasil Tidak Sesuai Harapan
Laga pertama Ancelotti di Piala Dunia bersama Brasil berakhir dengan hasil imbang, permintaan maaf, dan evaluasi besar untuk Grup C yang kian sengit.
Ringkasan Berita:
- Debut Carlo Ancelotti sebagai pelatih Brasil di Piala Dunia 2026 berakhir tanpa kemenangan setelah Selecao ditahan Maroko 1-1 pada laga pertama Grup C, Minggu (14/6/2026).
- Ancelotti mengaku menyesal karena Brasil tidak tampil sesuai harapan. Ia menilai timnya harus lebih seimbang, agresif, dan siap menerima kritik.
- Hasil imbang ini membuat persaingan Grup C semakin terbuka, sesuai prediksi sebelumnya, dengan Brasil kini berada di bawah Maroko dan Skotlandia di klasemen sementara.
TRIBUNNEWS.COM - Laga pertama Carlo Ancelotti di Piala Dunia 2026 dengan timnas Brasil berujung dengan permintaan maaf.
Don Carlo, sapaan akrab Carlo Ancelotti gagal membawa timnas Brasil meraih kemenangan saat menghadapi Maroko di Stadion New York Jersey, East Rutherford pada Minggu (14/6/2026).
Kedua tim yang diunggulkan dari Grup C itu bermain sama kuat dengan skor 1-1. Maroko cetak gol lebih dulu lewat aksi Ismael Saibari (21') sebelum dibalas Vinicius Jr (32').
"Dominasi Brasil dan Maroko akan menghiasi Grup C Piala Dunia 2026." Itulah kata pengantar jurnalis Tribunnews, Dwi Setiawan dalam podcast Super Taktik yang berjudul Prediksi Grup A-F Piala Dunia 2026 dan Last Dance Ronaldo vs Messi bersama Football Enthusiast Bayu Ajianto dan anggota Indo Barca, Richardo Liwang.
Kalimat itu membuka Dwi dengan Bayu dan Richardo yang membahas tentang peta kekuatan Grup C.
Hasil imbang yang didapat Brasil dan Maroko, ditambah dengan kemenangan Skotlandia atas Haiti sudah diprediksikan oleh ketiga narasumber di atas.
Brasil dengan tim segudang sejarah di Piala Dunia, tim yang selalu tampil di ajang empat tahunan tersebut sejak pertama kali tahun 1930. Sementara Maroko adalah finalis dari edisi sebelumnya di Qatar, dengan Skotlandia tim kuda hitam, dan Haiti sebagai non unggulan.
Laga pembuka ini bak ujian langsung bagi keduanya, hasil yang bisa membuat mereka tampil lebih all-out di laga kedua dan ketiga guna meraih tiket lolos ke babak 32 besar.
"Grup C itu menurut saya kayak mewakili tradisi sama revolusi. Kalau Brasil mewakili sejarah terbesar dalam sepak bola dunia. Punya gelar terbanyak juga," kata Bayu.
"Maroko punya pengalaman di tahun 2022 itu semifinalis. Jadi mereka punya keyakinan bahwa dia bisa melaju lebih jauh lagi," tambahnya.
Permintaan Maaf Ancelotti
Pelatih Brasil, Carlo Ancelotti langsung menyesali dan meminta maaf pasca-pertandingan pertamanya memimpin tim Samba, julukan Brasil, di Piala Dunia 2026.
Pada malam sebelumnya dengan perasaan bahagia, Ancelotti merasakan bahwa ini adalah momen indah baginya, menangani tim bersejarah di Piala Dunia untuk pertama kali dalam kariernya.
Tapi sayang, momen bahagia itu tidak diiringi dengan hasil yang juga membahagiakan.
Brasil cukup imbang dengan Maroko, dari segi statistik hal itu dapat tergambarkan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Ilustrasi-bendera-Brasil-dan-Maroko-terkait-persaingan-di-Grup-C-Piala-Dunia-2026.jpg)