Selebrasi Lokal
Dari Seoul ke New Jersey, Kisah Prancis-Senegal Berlanjut di Piala Dunia 2026
24 tahun setelah kejutan terbesar Piala Dunia 2002, Prancis dan Senegal kembali bertemu dalam laga yang sarat nostalgia dan sejarah.
Ringkasan Berita:
- Prancis dan Senegal akan kembali bertemu pada laga pembuka Grup I Piala Dunia 2026, menghidupkan kenangan pertemuan bersejarah mereka di Piala Dunia 2002.
- Senegal pernah mengejutkan dunia dengan mengalahkan juara bertahan Prancis 1-0 pada debut mereka di Piala Dunia lewat gol Papa Bouba Diop.
- Pelatih Senegal saat ini, Pape Thiaw, merupakan bagian dari skuad Senegal 2002 dan kini membawa timnya ke Piala Dunia 2026 dengan bekal kesuksesan di Piala Afrika.
TRIBUNNEWS.COM - Dua puluh empat tahun setelah salah satu kejutan terbesar dalam sejarah Piala Dunia, Prancis dan Senegal kembali dipertemukan di panggung yang sama. Keduanya akan berlaga di New Jersey Stadium pada Rabu (17/6/2026) pukul 02.00 WIB mendatang.
Ketika Prancis dan Senegal bertemu lagi di laga pembuka Grup I Piala Dunia 2026, itu akan menjadi pertemuan pertama mereka setelah dua dekade lebih dari awal pertemuan yang penuh dengan kejutan.
Pada saat itu, 31 Mei 2002 di Seoul dalam pertandingan Piala Dunia 2002, Prancis tiba sebagai kekuatan besar Eropa, mereka menyandang status sebagai juara dunia dan Eropa.
Bayangkan saja, skuad Prancis diperkuat oleh pemain sekaliber Therry Henry, Trezeguet, hingga Djibril Cisse. Para striker tajam di liga elit Eropa yang menghasilkan lebih dari 20 gol dalam satu musim untuk timnya.
Sementara Senegal hanya tim kecil yang baru menjajakan langkah di Piala Dunia. Mereka saat itu tampil sebagai tim debutan.
Tapi, pendatang baru itu berhasil mengamankan kemenangan bersejarah dengan skor tipis 1-0 berkat gol Papa Bouba Diop.
Di skuad bersejarah Senegal tersebut, terselip satu nama yang turut memberikan kontribusi, yakni Pape Thiaw.
Baca juga: Dari Krisis ke Puncak Grup, Sentuhan Graham Potter untuk Swedia di Piala Dunia 2026
Penyerang yang berasal dari Dakar yang kini menjabat sebagai pelatih kepala di timnas Senegal untuk Piala Dunia 2026.
Pape Thiaw telah menjabat sebagai pelatih sejak Desember 2024. Di bawah asuhannya, Sadio Mane dan kolega berhasil menjuarai Piala Afrika.
Kini, 24 tahun setelah kemenangan bersejarah itu, Thiaw kembali menghadapi Prancis. Bedanya, kali ini bukan sebagai pemain, melainkan pelatih yang memimpin generasi baru Senegal.
Pertemuan ini akan menghidupkan kembali nuansa-nuansa sejarah dan nostalgia.
"Senegal cukup maju sepak bolanya. Pelatihnya, Pape Thiaw adalah bagian dari skuad Senegal ketika mengalahkan Prancis dan melaju ke perempat final Piala Dunia 2002," kata Football Enthusiast, Gigih dalam podcast Tribunnews, Super Taktik: Prediksi Grup G-L Piala Dunia 2026, Grupnya Para Calon Juara di kantor Tribunnews Solo, Karanganyar, Jawa Tengah.
"Nuansa itu akan dihidupkan lagi, terbukti saat melihat performa mereka di Piala Afrika cukup meyakinkan," sambungnya.
Bagi Senegal, Piala Dunia 2002 mungkin terasa begitu berkesan dalam sejarah sepak bola mereka.
Bagaimana tim debutan berhasil mengalahkan Prancis, mengalahkan Swedia di babak 16 besar, hingga melaju ke babak perempat final.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Trofi-Piala-Dunia-2026-di-Jakarta_20260122_194514.jpg)