TAG
parliamentary threshold
Berita
Foto (1)
-
PPP Tidak Lolos ke Senayan, DPW Sumsel Minta DPP Ajukan Gugatan ke MK
DPW PPP Sumatera Selatan berharap DPP mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK)
-
Hanya Keajaiban yang Bisa Loloskan PSI, Suaranya Cuma 2,79 Persen, Rekapitulasi KPU Sisa 2 Provinsi
Proses rekapitulasi suara nasional untuk dua provinsi yang masih tersisa diharapkan rampung sebelum memasuki waktu salat magrib.
-
Sandiaga Uno Klaim Suara PPP Lampaui Ambang Batas Parlemen 4 Persen
Sandiaga mengatakan, hasil itu diketahuinya setelah melakukan tabulasi secara manual dalam dua pekan terkahir.
-
Suara PPP 'Terkunci' di Ujung Kursi: Raih 4,01 Persen Suara
Partai Persatuan Pembangunan (PPP) hampir saja tidak lolos parlemen pada Pemilu 2024.
-
Soal Usulan Ambang Batas Parlemen jadi 7 Persen, Partai Buruh Tegas Menolak, PPP: Sumbat Demokrasi
Partai Buruh dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mengomentari usulan ambang batas parlemen atau parliamentary threshold sebesar tujuh persen.
-
Kata PSI, Golkar hingga Pengamat soal Usulan NasDem Ambang Batas Parlemen 7 Persen
Ketua DPP Partai NasDem Sugeng Suparwoto ingin ambang batas parlemen atau parliamentary threshold naik menjadi 7 persen.
-
TPN Ganjar-Mahfud Apresiasi Tiga Putusan MK
Diketahui, MK dalam putusannya menyatakan, Pilkada 2024 harus dilaksanakan sesuai jadwal yang telah ditetapkan dalam Undang-undang Pilkada, yakni pada
-
VIDEO Pengamat Soal Parliamentary Threshold: Tak Boleh Lagi Bahas Ambang Batas Parlemen
Menurutnya dihapuskannya ambang batas parlemen itu agar tidak ada suara masyarakat yang hilang di pemilihan umum.
-
Partai Baru Sulit Bersaing, Pengamat Menilai Aturan Ambang Batas Parlemen Buang-buang Suara Rakyat
Ambang batas 4 persen Parliamentary Threshold hanya menguntungkan posisi partai petahana di parlemen.
-
PKB: Kalau Ingin Kuatkan Sistem Presidensial Harus Ada Parliamentary Threshold
Huda khawatir, dengan adanya putusan itu maka memungkinkan kalau ambang batas parlemen yang sebelumnya 4 persen menjadi dihapus.
-
Ambang Batas Parlemen 4 Persen Dinilai Bikin Suara Rakyat Terbuang Sia-sia
Parliamentary threshold atau ambang batas parlemen sebesar 4 persen dnilai menjadikan suara rakyat terbuang sia-sia.
-
Politikus PPP: Berdasarkan Perhitungan Internal Kami Sudah Lolos Parliamentary Threshold
Dewan Pimpinan Pusat Partai Persatuan Pembangunan (DPP PPP) mengajukan protes kepada KPU RI.
-
Tak Hanya Parliamentary Threshold, Fahri Hamzah Minta Presidential Threshold Juga Harus Dihapus
Fahri menyampaikan, segala bentuk ambang batas pada dasarnya mendistorsi hak-hak rakyat untuk memilih pemimpin secara langsung.
-
Perludem Usulkan Pakai Rumus Model Taagepera usai Putusan MK soal Parliamentary Threshold, Apa Itu?
Perludem mengusulkan penggunaan rumus model Taagepera dalam parliamentary treshold pasca putusan MK. Apa itu?
-
Ragam Pro-Kontra dari PAN hingga Nasdem Tanggapi Putusan MK soal Ambang Batas Parlemen
Ragam pro dan kontra tanggapi putusan MK soal ambang batas parlemen (parliamentary threshold).
-
Puji Putusan MK soal Ambang Batas Parlemen 2024, Mahfud MD Ungkit Putusan yang Loloskan Gibran
Menurut Mahfud, putusan tersebut sesuai dengan tradisi hukum yang berlaku di seluruh dunia.
-
MK Hapus Ambang Batas Parlemen, Anas Urbaningrum: PT 4 Persen Menurunkan Makna Suara Rakyat
Dikatakan Anas, diperlukan sistem pemilu yang seluruh aturan teknisnya mempunyai kecocokan dengan realitas politik Indonesia yang majemuk.
-
PAN Hargai Putusan MK untuk Ubah Ambang Batas Parlemen, PPP Minta Diberlakukan Pemilu 2024
PAN dan PPP merespon soal putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang mengabulkan sebagian pengujian aturan ambang batas parlemen empat persen.
-
PKN Sambut Baik Putusan MK Hapus Ambang Batas Parlemen 4 Persen
PKN menyambut baik putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menghapus ketentuan ambang batas parlemen atau parliamentary threshold 4 persen.
-
MK Tegaskan Ambang Batas Parlemen Harus Diubah, PPP: Harus Jadi Rujukan saat Revisi UU Pemilu
Achmad Baidowi mengatakan berubahnya ambang batas parlemen harus diakomodir dalam revisi UU Pemilu.
© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved