Senin, 25 Mei 2026

Usia Kita Pendek Saja, Selingkuh Yuk

Hacker membongkar data 33 juta pengguna website yang memfasilitasi perselingkuhan

Tayang:
Editor: Dahlan Dahi
ISTIMEWA
Ashley Madison 

Ashley Madison gerah bukan main dengan ulah hacker.

Berbagai laporan menyebutkan, perusahaan yang mengelola Ashley Madison menawarkan imbalan 378.000 dolar Amerika Serikat atau Rp 5,2 miliar bagi informasi yang dapat membantu menangkap kelompok yang meretas situs tersebut.

Para peretas pekan lalu merilis informasi lengkap jutaan orang yang terdaftar di situs tersebut, sebulan setelah kelompok tersebut menyusup ke sistem komputer perusahaan pemilik Ashley Madison, Avid Life Media Inc.

Situs tersebut dipasarkan untuk membantu orang menikah yang ingin berselingkuh.

Bryce Evans dari Kepolisian Toronto mengatakan peretasan tersebut memiliki "dampak sosial dan ekonomi yang sangat besar."

"Peretasan ini adalah salah satu pembocoran data terbesar yang pernah terjadi di dunia," ujar Evans.

"Ini berdampak pada kita semua. Dampak sosial dari kebocoran ini dirasakan oleh para keluarga, kita bicara mengenai anak-anak di sini, para isteri, dan pasangan mereka."

Para peretas yang mengaku bertanggung jawab atas pembocoran data ini mengatakan website ini menolak untuk memenuhi tuntutan mereka untuk menutup situs ini.

Para peretas menyebut diri mereka dengan nama Impact Team.

Evans mengatakan para peretas merilis daftar nama semua klien Ashley Madison, yang terdiri dari 33 juta pengguna di seluruh dunia.

Ia mengatakan para peretas juga mengirim pesan ke CEO perusahaan Avid Media dan membocorkan semua email CEO tersebut.

Evans mengatakan terdapat sejumlah kasus kriminal pemerasan yang telah dapat dikonfirmasi berbentuk ancaman untuk mengungkap identitas mereka bila tidak menerima pembayaran.

Evans mengatakan tidak dapat memberi informasi lebih lanjut mengenai kasus bunuh diri.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved