Sabtu, 24 Januari 2026

Serangan Menurun, Google Klaim Android Kini Jauh Lebih Aman

Bug Stagefright kali pertama ditemukan oleh firma keamanan Zimperium pada Juli 2015.

Editor: Choirul Arifin
PHANDROID
OS Android diklaim Google sudah tidak seberbahaya dulu lagi. 

Pengumpulan data secara diam-diam (data collection) yang dilakukan suatu aplikasi bisa ditekan lebih dari 40 persen dengan menjadi hanya 0,08 persen jumlah instalasi.

Spyware (software mata-mata) yang beredar di aplikasi Android menurun 60 persen dengan hanya tersisa 0,02 persen instalasi.

Cara update yang diberikan kini juga semakin terkontrol oleh Google. Pasalnya, semenjak versi Android 5.0, Google sendiri yang memberikan update keamanan, bukan produsen hardware atauponsel lagi.

Fitur keamanan bisa jadi nilai tawar

Di versi Android 6.0 Marshmallow, Google juga mengenalkan fitur keamanan baru seperti enkripsi penyimpanan secara penuh, baik untuk penyimpanan internal maupun eksternal.

Aplikasi yang di-update juga akan meminta izin lebih dulu, dan pengguna juga bisa mengatur data apa saja yang ingin dibagi dan yang tidak, dengan suatu aplikasi.

Para pengamat menilai, memang sudah saatnya bagi Google untuk menaruh perhatian lebih ke toko aplikasinya.

Ini karena serikat European Union (EU) berencana menuntut Google karena dituduh memonopoli dengan bundling aplikasi sendiri di ponsel-ponsel Android.

Google bisa berkilah, EU mungkin tidak suka dengan cara kerja toko aplikasinya. Namun, setidaknya, keamanan terhadap aplikasi-aplikasi yang dijual itu terjamin.

Untuk membaca laporan keamanan Android 2015, kunjungi tautan berikut ini.

Sumber: Recode
 

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved