Kamis, 9 April 2026

Jejali Stop Kontak dengan Banyak Colokan Berbahaya

Siapapun tidak bisa menjamin penambahan terminal T pada titik kontak secara berulang yang dilakukan selalu tepat (pas).

Editor: Fajar Anjungroso
IST
Stop kontak yang dipasangi beberapa cabang terminal. 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Dina adalah tipe wanita sibuk. Sampai di rumah, wanita karier yang bekerja kawasan komersial Jakarta ini, langsung menuju kamarnya.

Kebetulan hari itu dia pulang larut. Dalam benaknya, sudah terbayang esok harus datang lebih pagi, karena ada janji dengan klien.

Baru mau merebahkan diri, dia teringat akan perangkat kerjanya yang sudah habis daya. Perlahan, ia keluarkan barang-barang itu dari dalam tas.

Ada laptop, tablet, smartphone, dan power bank. Semua sama-sama harus kembali diisi dayanya.

Sayangnya, stop kontak dalam kamar hanya ada dua. Itu pun, salah satunya sudah dipakai untuk kipas angin. Maka dari itu, sambungan terminal T (T-steker) jadi solusi.

Pengalaman Dina kerap dialami banyak orang. Bahkan, ada juga yang menyambungkan stop kontak dengan colokan cabang empat, kemudian masih dicabang lagi dengan terminal T. Tujuannya, biar colokan muat banyak.

Pertanyaannya, bolehkah seperti itu? Aman?

Frankco Nasarino Nainggolan, Product Marketing Partner Retail Business Schneider Electric Indonesia mengamini  hal seperti itu kerap terjadi.

Namun, Rino, biasa ia disapa, mewanti-wanti bahayanya.

"Stop kontak yang dipasangi banyak terminal berpotensi lebih mudah mengalami kebakaran dan menimbulkan korsleting," ujarnya, Sabtu (1/10/2016).

Alasannya, sebut Rino, siapapun tidak bisa menjamin penambahan terminal T pada titik kontak secara berulang yang dilakukan selalu tepat (pas).

"Bila tidak pas menyambungnya bisa timbul percikan listrik," tambahnya.

Untuk itu, saat terpaksa menyambungkan cabang terminal pada stop kontak, seseorang perlu memastikan letaknya sudah tepat.

Selain itu yang tak kalah penting, cabang sambungan dipakai bukanlah barang KW atau tiruan. 

Beberapa komponen pada perangkat listrik palsu biasanya sudah dikurangi untuk mengakali harga jual menjadi lebih murah.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved