Selasa, 12 Mei 2026

Cellebrite, Perusahaan asal Israel Spesialis Pembobol Ponsel

Meski sudah dikunci dengan fingerprint lockdan PIN, Moshe dengan mudah membuka pengaman di ponsel tersebut

Tayang:
www.selipan.com
Ilustrasi 

Di kemudian waktu, Cellebrite mengembangkan keahliannya tersebut menjadi bisnis baru, yakni menawarkan tool untuk melewati sekuriti, lalu mengambil data dari ponsel untuk keperluan "forensik dan penegak hukum".

Pada awal 2007, saat pertama kali memasarkan tool buatannya itu, Cellbrite mengklaim bisa membobol "lebih dari 1.000 model perangkat" yang terdiri dari berbagai perangkat ponsel dan PDA.

Mempercepat penyelidikan

Cellebrite kini memosisikan diri sebagai penyedia "solusi"membobol perangkat bagi polisi ketika pihak vendor -misalya Apple dalam kasus iPhone- menolak bekerjasama.

"Provider yang tidak kooperatif, proses hukum yang bertele-tele, mempersulit perolehan data privat dan yang berbasis di cloud,"sebut Cellebrite dalam sebuah brosur layanannya, sebagaimana dirangkum CNN Money. "Solusi kami membantu pengungkapan fakta yang diperlukan untuk mempercepat proses investigasi."'

Salah satu "solusi" sebagaimana dimaksud Cellebrite adalah perangkat khusus bernama Universal Forensics Extraction Device (UFED) Touch. Inilah jenis alat serupa tablet yang dipakai dalam demonstrasi yang disaksikan oleh BBC di atas.

 Kecuali kemampuannya membombardir ponsel dengan ribuan kombinasi password untuk membuka kunci, cara kerja UFED tak banyak diungkap .

Yang jelas, alat ini memiliki tampilan graphical user interface (GUI) dan layar sentuh sehingga relatif user friendly buat pemakainya.

“Ada beberapa tombol yang mesti ditekan untuk mengidentifikasi jenis ponsel dan mematikan kunci perangkat,” kata Moshe saat mendemonstrasikan kemampuan UFED membobol ponsel kepada BBC.

UFED bikinan Cellebrate bersifat ringkas dan mudah untuk dibawa-bawa, misalnya di dalam mobil patroli polisi. Perangkat berharga lebih dari 10.000 dollar AS ini diklaim mampu membobol 8.000 jenis perangkat elektronik.

Sebuah dokumen pemerintah yang didapatkan CNN menyebutkan bahwa FBI telah menandatangi kontrak penyediaan UFED dengan Cellebrite sebanyak 187 kali dalam rentang waktu 7 tahun.

Mentok di iPhone

UFED Cellbrite sempat digunakan dengan efektif oleh para detektif dan penegak hukum di AS untuk menjebol ponsel dalam penyelidikan kasus. Kode pengaman berupa password atau PIN tak mampu membendung serbuannya.

Tapi hal itu berubah ketika Apple mulai meningkatkan sekuriti iPhone pada 2014 melalui enkripsi jenis baru yang terkait dengan passcodepada sistem operasi iOS 8.

Tujuannya untuk meningkatkan privasi pengguna, termasuk dari endusan otoritas pemerintah.  Bahkan Apple sendiri sengaja dibuat tak mampu melewati kunci pengaman pada produknya.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved