27 Pembicara Internasional Bakal Tampil di PGConf.ASIA 2019

PGConf.ASIA 2019 merupakan ajang tahunan konferensi internasional di Asia, yang hampir setiap tahun diselenggarakan di Tokyo, Jepang

27 Pembicara Internasional Bakal Tampil di PGConf.ASIA 2019
TRIBUN JABAR/GANI KURNIAWAN
Ilustrasi 

Laporan wartawan Tribunnews.com, Fahdi Fahlevi

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sekitar 27 pembicara internasional yang terbagi ke dalam 30 sesi akan memaparkan dampak PostgreSQL di dunia bisnis pada PGCOnf.ASIA 2019, yang akan digelar di Bali mulai 8-11 September 2019.

PGConf.ASIA 2019 merupakan ajang tahunan konferensi internasional di Asia, yang hampir setiap tahun diselenggarakan di Tokyo, Jepang.

"Terselenggaranya konferensi PostgreSQL terbesar di Asia ini merupakan bentuk kepercayaan dunia Open Source terhadap Indonesia," ujar CEO PT. Equnix Business Solutions, Julyanto Sutandang, melalui keterangan tertulis, Selasa (6/8/2019).

Komunitas PostgreSQL tersebut akan mempertemukan para pengguna, pengembang, dan para ahli. Serta memaparkan implementasi bisnis, dan best practice dari PostgreSQL database Open Source.

Baca: Rudiantara Tegaskan Posisi Pemerintah di Bidang eSports Bukan sebagai Regulator

Dipilihnya Indonesia sebagai tuan rumah perhelatan PGConf.ASIA menunjukkan bahwa perkembangan serta popularitas PostgreSQL telah mengalami pertumbuhan yang pesat.

"Masyarakat bisnis Indonesia telah siap mengadopsi PostgreSQL dengan lebih mendalam. Indonesia membutuhkan open source untuk memperkuat perekonomian, menghemat biaya, dan menjamin integritas data serta keamanan," kata Julyanto Sutandang.

Sangwook Kim, co-founder dan CEO Apposha yang membangun Database-as-a-Service, akan bicara tentang terobosan besar dalam peningkatan kinerja PostgreSQL terutama saat menggunakan hardware modern seperti SSD berperforma tinggi.

Masahiko Sawada yang merupakan insinyur software di Jepang akan menyampaikan topik keamanan tingkat lanjut PostgreSQL.

"Saya telah melakukan riset untuk membuat memperkuat keamanan PostgreSQL dengan mengimplementasika fitur Transparent Data Encryption (TDE) di dalam PostgreSQL," ungkap Masahiko.

Sementara Chris Travers, seorang insinyur software sekaligus kontributor PostgreSQL akan memamparkan sejarah perjalanan PostgreSQL dan perkembangannya yang pesat di sektor bisnis dan finansial hingga industri 4.0.

Penulis: Fahdi Fahlevi
Editor: Fajar Anjungroso
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved