Rusuh di Papua

Kominfo Klaim Ada 270.000 Kanal Hoax Bertebaran di Medsos Terkait Rusuh Papua

Twitter menjadi media yang paling banyak menyebarkan konten hoax, diikuti Youtube, Instagram dan Facebook.

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Lita Febriani

TRIBUNNEWS.COM, TANGERANG - Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara menyatakan ada 270.000 kanal berita bohong atau hoax yang bertebaran di media sosial terkait rusuh di Papua.

Dia menyebutkan, Twitter menjadi media yang paling banyak menyebarkan konten hoax, diikuti Youtube, Instagram dan Facebook.

Hal inilah yang menjadi alasan pemerintah membatasi akses internet di Papua.

"Situasi Papua di layar komunikasi yang dibatasi, apa yang dibatasi? Hanya data. Kita masih bisa berkirim SMS kita masih bisa menelepon dan menerima telepon," tutur Menkominfo saat acara Mukernas Persatuan Radio TV Publik Daerah Seluruh Indonesia (Persada.id) di Atria Hotel, Serpong, Tangerang, Rabu (28/8/2019).

Baca: Gubernur Lukas Enembe: Kenapa Tak Terjunkan Banser untuk Bela Mahasiswa Papua yang Dipersekusi

SMS dan telepon tidak dibatasi, menurut Rudiantara membaca SMS akan membuat seseorang dapat berpikir sejenak dan tidak langsung menelan mentah-mentah informasi.

Berbeda dengan video, orang akan langsung menerima informasi dan menelannya tanpa berpikir panjang.

"Mengapa SMS masih diperbolehkan. Kecenderungan secara psikologis kalau membaca ada kesempatan orang mencerna ini benar atau tidak," terang Menkominfo.

Editor: Choirul Arifin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved