Edukasi Teknologi Blockchain dan Crypto Aset di Indonesia Masih Minim

Royal Token memilih jalur edukasi sebagai media membangun komunitas serta mengembangkan platform aplikasi pintar sosial media berbasis blockchain

Edukasi Teknologi Blockchain dan Crypto Aset di Indonesia Masih Minim
net
Ilustrasi Blockchain 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Teknologi Blockchain dan Crypto Aset (cryptocurrency) masih minimnya edukasi kepada masyarakat luas.

Royal Token hadir menjadi bagian dari ekosystem blockchain di indonesia di bidang edukasi yang akan membantu mencerdaskan generasi milenial untuk menghadapi persaingan global.

CEO Royal Token,  Tri Ratna Fauziah mengatakan melalui strategi edukasi crypto asset akan lebih mudah di pahami oleh masyarakat luas.

"Royal Token bertujuan edukasi dan membangun komunitas di dunia Blockchain, Crypto aset (cryptocurrency) sendiri masih tergolong asing di indonesia," katanya.

Ia berharap dengan hadirnya Royal Token dan Ekosystem menambah minat masyarakat luas dengan mudah dan mencerdaskan generasi yang akan datang untuk menyambut persaingan global dan dunia digital yang tidak bisa terhindarkan.

Royal Token memilih jalur edukasi sebagai media membangun komunitas serta mengembangkan platform aplikasi pintar sosial media berbasis blockchain untuk sarana edukasi dan berbagi informasi kepada para anggota komunitas blockchain terutama di indonesia.

Baca: Empowering Blockchain Summit Pertemukan Pemimpin, Pendiri dan Pengembang Perusahaan Besar

Informasi, untuk menjamin transparansi Royal Token di ciptakan menggunakan Jaringan berbasis Blockchain Ethereum Network ERC20, dengan Total supply terbatas sebanyak empat juta token (4 000 0000 RYL) dan menggunakan kode tiker RYL dan pada Program ICO akan di distribusikan sebanyak dua juta Token RYL (2 000 000 RYL), sisa token dari Program ICO akan di hanguskan (Burn)

"Kami membuka peluang bagi para member dan investor untuk berpartisipasi dalam program Initial Coin Offering (ICO) yang akan di selanggarakan pada tahap pertama mulai tanggal 01 oktober 2019 sampai dengan 01 november 2019," katanya.

Untuk tahap kedua mulai tanggal 02 november 2019 sampai dengan 15 desember 2019.
Untuk berpartisipasi dalam program ICO Royal Token maka anda wajib mengisi formulir KYC (Know Your Customer).

Setelah melewati masa ICO Royal Token di rencanakan akan listing di tiga exchanger ternama di dunia.

Baca: Blockchain Proyek dari Korea Selatan Jajaki Pasar Indonesia Bersama Coinone

Development team akan terus mengembangkan aplikasi sosial media berbasis blockchain, e-learning dan melakukan sosialisai kepada para mahasiswa, pelajar serta masyarakat di penjuru nusantara dengan metode jemput bola, kami akan hadir ke sekolah kampus dan mengadakan event komunitas forum di berbagai daerah di indonesia.

Indonesia akan lebih maju jika generasi muda milenial muda cerdas dan kreatif dalam menghadapi persaingan di dunia digital dan ekonomi global.

Editor: Eko Sutriyanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved