Virus Corona

Vivo Ungkap Penjualan Ponsel Sangat Dinamis di Masa Pandemi Virus Corona

Fachry juga menyebutkan, efek dinamis ini membuat kurva penjualan secara daring menjadi meningkat

IST
Di kuartal I 2020, Vivo menempati posisi pertama merek smartphone di Indonesia dengan pangsa pasar 27,4 persen. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Hari Darmawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Vivo Indonesia mengakui penjualan ponsel menjadi sangat dinamis semenjak pandemi virus corona atau Covid-19.

Meskipun, kata Digital and PR Director Vivo Mobile Indonesia, Fachryansyah Farandy, kedinamisan dalam penjualan tersebut sudah terlihat jauh sebelum pandemi virus corona. 

Baca: Daftar Harga HP Vivo Terbaru Mei 2020: Mulai V17 Pro, Vivo Y19, hingga Vivo Y30, Lengkap!

"Tetapi di tengah wabah ini, menjadi lebih dinamis lagi. Jadi bisa turun, naik lagi lalu turun lagi, shifting dari turun ke naik benar-benar secara besar," kata Fachry dalam konferensi video, Rabu (20/5/2020).

Ia juga menambahkan, belum dapat menyimpulkan secara total apakah terjadi kenaikan atau penuruan karena efek dinamis yang besar dibandingkand dengan kondisi normal.

Fachry juga menyebutkan, efek dinamis ini membuat kurva penjualan secara daring menjadi meningkat.

Mengingat penjualan mayoritas masih secara luring.

"Kenaikan penjualan online ini dimungkinkan, karena konsumen saat ini tidak dapat melakukan pembelian di toko offline," kata Fachry.

"Maka dari itu, kami menghadirkan program layanan pembelian ponsel, yang diantar ke rumah konsumen," kata Fachry.

"Kami juga memberikan program perpanjangan garansi, dari service center yang menjadi upaya dalam memenuhi kebutuhan konsumen," lanjutnya.

Sebagai informasi, Vivo sendiri saat ini menjadi merek ponsel pertama di pasar Indonesia menurut lembaga riset IDC Indonesia.

Menurut laporan IDC Indonesia, Vivo mengukuhkan pangsa pasar 25 hingga 30 persen meskipun terjadi penuruan trend pengiriman ponsel akibat wabah Covid-19.

Baca: Profesor Ini Kembangkan Alat Deteksi Corona Hanya dengan Bersin ke Arah Ponsel

"Pencapaian ini tentunya kami dapatkan karena Vivo selalu memastikan produknya agar selalu tersedia di pasar, untuk memenuhi kebutuhan konsumen," kata Fachry.

Lanjut Fachry, Vivo juga hingga saat ini menjaga ketersediaan produk dengan menerapkan strategi balance supply and demand yang menjadi kunci sukses mencapai target yang diinginkan.

Penulis: Hari Darmawan
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved