Breaking News:

Virus Corona

Apakah Thermogun Berbahaya Bagi Otak Manusia? Ini Penjelasan Ilmiah FKUI

Thermogun merupakan salah satu jenis termometer inframerah untuk mengukur temperatur tubuh yang umumnya di arahkan ke dahi

Surya/Ahmad Zaimul Haq
Petugas melakukan pengecekan suhu tubuh penumpang dengan thermo gun (infrared thermometer) di terminal kedatangan antar kota Terminal Purabaya, Bungurasih, Sidoarjo, Jawa Timur, Kamis (5/3/2020). Pengecekan itu sebagai antisipasi terhadap penyebaran virus corona. Antisipasi tersebut terus digencarkan oleh Pemerintah Kota Surabaya. Surya/Ahmad Zaimul Haq 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fransiskus Adhiyuda

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Departemen Fisika Kedokteran/Klaster Medical Technology IMERI,l Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI) menyampaikan pernyataan untuk meluruskan terkait viralnya berita tentang termometer tembak ( thermogun) dianggap bisa membahayakan otak karena memancarkan sinar laser.

Tim penyusun dari Fakultas Kedokteran UI itu terdiri dari Prasandhya Astagiri Yusuf, dr. Anindya Pradipta Susanto, ir. Muhammad Hanif Nadhif dan Muhammad Satrio Utomo.

Baca: KPK Monitor Penggunaan Anggaran Covid-19 di Provinsi Riau

Dalam keterangan tertulis yang diberikan kepada wartawan di Jakarta, Selasa (21/7/2020) tim penyusun menguraikan pernyataan penjelasan mereka sebagai berikut:

Thermogun merupakan salah satu jenis termometer inframerah untuk mengukur temperatur tubuh yang umumnya di arahkan ke dahi.

Alat ini menjadi andalan utama sebagai alat screening gejala Covid-19, alat ini tersedia hampir di setiap pintu masuk tempat umum dan perkantoran.

Namun, beberapa hari ini masyarakat diresahkan dengan viralnya video di media sosial yang menyatakan bahwa alat ini berbahaya karena dianggap menggunakan Laser dan merusak otak.

Apakah benar demikian? Bagaimana cara kerja termometer inframerah?

Berbeda dengan termometer raksa atau termometer digital yang menggunakan prinsip rambatan panas secara konduksi, termometer ini menggunakan prinsip rambatan panas melalui radiasi.

Dalam prinsip ilmu fisika kedokteran, setiap benda dengan temperatur lebih besar dari 0 Kelvin akan memancarkan radiasi elektromagnetik atau sering disebut dengan radiasi benda hitam (Asas Black).

Halaman
123
Penulis: Fransiskus Adhiyuda Prasetia
Editor: Imanuel Nicolas Manafe
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved