Sabtu, 23 Mei 2026

Imbas Mesin CEIR Penuh, Ponsel Resmi Jadi Terblokir dan Tak Bisa Daftar IMEI Baru

Hansen, CEO Mito Mobile mengatakan, dua kejadian ini diyakini akan berdampak terhadap kelangsungan industrinya.

Tayang:
Penulis: Eko Sutriyanto
Editor: Choirul Arifin
freepik.com
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Eko Sutriyanto

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Terblokirnya beberapa ponsel yang ada di pasaran dan semua Tanda Pendaftaran Produk (TPP) tidak bisa masuk ke Centralized Equipment Identity Register (CEIR) per 15 September silam bikin resah produsen ponsel.

Hansen, CEO Mito Mobile mengatakan, dua kejadian ini diyakini akan berdampak terhadap kelangsungan industrinya.

"Kami bisa terkena resesi lebih cepat jika system ini tidak cepat diperbaiki padahal ponsel kami resmi. Semestinya tidak terblokir,” ungkap Hansen, CEO Mito Mobile melalui keterangan pers, Sabtu (10/10/2020).

Jika persoalan ini terus berlanjut dan tak kunjung ada solusi cepat, Hansen khawatir akan terjadi resesi tsunami di industri ponsel.

Ia berharap pihak terkait yang berkenaan dengan pengelolaan CEIR untuk bisa segera memberikan solusi.

Baca: IMEI di HP ROG Phone 3 Versi Resmi di Indonesia Terblokir, Asus Beri Penjelasan

Baginya, persolan terblokirnya ponsel resmi dan tak bisanya TPP input IMEI ke CEIR menjadi pertaruhan hidup dan matinya industri ponsel, tak terkecuali dengan Mito.

“Saya kira kejadian tersebut tidak hanya dialami oleh MITO, saya dengar kawan-kawan brand nasional lainnya mengalami problem yang sama. Jangan biarkan kami masuk ke jurang resesi lebih cepat. Jadi kami sangat berharap sekali pihak terkait untuk secepatnya mengatasi persoalan ini,” kata Hansen.

Baca: Cara Cek IMEI Saat Beli HP Baru, Bisa Lewat Kemenperin di imei.kemenperin.go.id

Hansen menilai regulasi yang dibuat dengan spirit untuk menumbuhkan industri ponsel, harus dibarengi dengan kesiapan infarstruktur yang memadai.

Jangan sampai menurtunya malah menimbulkan masalah baru buat industri.Sebagaimana diketahui Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengakui sistem Central Equipment Identity Register (CEIR) sebagai pusat pengolahan informasi International Mobile Equipment Identity (IMEI) hampir penuh.

Adapun upaya yang dilakukan saat ini adalah operator CEIR diminta untuk melakukan cleansing sistem sehingga hanya IMEI aktif yang terdaftar dalam sistem.

Direktur Industri Elektronika dan Telematika (IET) Kemenperin Dini Hanggandari memaparkan berdasarkan Permenperin No 108 Tahun 2012, pelaku usaha wajib memasukin data realisasi Tanda Pendaftaran Produk (TPP) impor maupun TPP produksi untuk diupload ke dalam sistem CEIR.

"Namun, saat ini kami belum mendapatkan realisasi TPP tersebut sehingga TPP yang ada selama ini sudah kami masukkan ke dalam sistem CEIR. Akibatnya, CEIR menjadi penuh dan dikhawatirkan akan down karena terlalu banyak (data)," jelasnya.

ponsel123
ilustrasi

Dini menjelaskan sistem CEIR tidak dapat menerima TPP IMEI berdasarkan TPP yang terbaru di Kemenperin. Adapun untuk TPP mulai tanggal 23 atau 24 September 2020, belum dapat dimasukkan ke dalam CEIR karena sampai dengan saat ini sistem ditutup oleh Asosiasi Peyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) sehingga Kemenperin tidak bisa mengupload IMEI tersebut.

"Kami dengan Kominfo mencari memecahkan masalah yang ada," kata Dini.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved