Breaking News:

Rekomendasi Printer Ideal dan Bahan Belajar Gratis dari HP untuk Dukung PJJ

Pembelajaran jarak jauh juga emmiliki manfaat positif bagi anak. DHP mendukung semangat belajar di rumah dengan merekomendasikan printer terbaik.

Editor: Content Writer
HP Indonesia
HP Deskjet Ink Advantage 2335 All in One 

TRIBUNNEWS.COM - Di awal tahun 2021, Mendikbud telah menetapkan bahwa sekolah tatap muka khusus untuk wilayah Jakarta dan Depok telah dibatalkan. Dan inipun juga berlaku untuk daerah-daerah tertentu yang masih mengalami kenaikan angka penyebaran pandemi virus Corona.

Dalam dunia pendidikan, hal ini tentu menjadi tantangan yang cukup besar karena baik tenaga pendidik maupun anak murid menjadi tetap harus belajar dirumah dan sangat kurangnya interaksi sosial dengan teman-teman mereka. 

Lalu apa yang harus dilakukan oleh para orang tua?

Untuk para orang tua khususnya yang memiliki anak usia 4-12 tahun, tentu hal ini patut dilakukan demi keamanan dan kesehatan anak-anak mereka, dan sebagai orang tua yang memperhatikan tumbuh kembang anak akan harus selalu siap sedia memenuhi kekosongan interaksi sosial pada anak mereka. 

Dalam proses belajar dirumah orang tua harus menyediakan waktu khusus untuk menemani anak mereka belajar, agar pada prosesnya menjadi lebih efektif dan menyenangkan. Orang tua dapat mengakses bahan belajar gratis yang telah disediakan oleh HP Indonesia disini www.HP.com/id/printandplay  

Pada situs ini HP bekerja sama dengan platform lainnya seperti Timekids, Crayola dan masih banyak lagi. Materi bahan belajar yang bisa dicetak banyak sekali yang menarik, misalnya mewarnai, origami, membuat kartu, majalah anak-anak dan lain sebagainya. Materi belajar yang disediakan HP Indonesia ini tidak hanya untuk anak-anak belajar ilmu pengetahuan namun juga belajar keterampilan untuk tetap kreatif dalam berkreasi. 

Apa hal positif dalam pembelajaran jarak jauh (PJJ)?

Dalam pembelajaran jarak jauh, para murid yang terdiri dari anak-anak usia 4-12 tahun khususnya, dapat mengasah kemampuan mereka untuk menjadi self directed learning, yang artinya belajar secara mandiri. Mereka tidak lagi akan tergantung dengan pembelajaran secara hafalan namun akan menjurus pada kompetensi pemahaman yang didasarkan pada real case study yang meningkatkan skil motorik maupun logika berpikir.

Misalnya mereka harus mempelajari tentang macam-macam cuaca. Mereka tidak harus menghafal bagaimana hujan itu bisa terjadi, atau ada berapa macam cuaca di dunia ini. Mereka dapat mempelajari proses terjadinya hujan dan memiliki pemahaman bagaimana uap air yang menguap menjadi awan lalu menumpahkan hujan ke bumi.

Atau, mereka juga bisa belajar tentang bagaimana panas dalam derajat tertentu bisa mematangkan makanan melalui belajar memasak. Belajar dengan cara menyenangkan seperti ini akan menjadi hal positif dalam pembelajaran jarak jauh, mereka tidak harus belajar di ruang kelas sekolah.

Halaman
12
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved