Sabtu, 30 Agustus 2025

Inilah Alasan Mengapa Microsoft Menyebut Netizen Indonesia Paling Tidak Sopan Se-Asia Tenggara

Studi oleh Microsoft ini bertujuan untuk mengukur tingkat kesopanan digital dari pengguna internet dunia saat berkomunikasi di dunia maya.

Editor: Choirul Arifin
Pandadaily
Microsoft Menyebut Netizen Indonesia Paling Tidak Sopan Se-Asia Tenggara 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sebuah perusahaan yang bergerak di bidang komputer di AS, Microsoft, melaporkan hasil studi tahunannya, "Civility, Safety, and Interactions Online 2020". Hasil ini dirilis bersamaan dengan temuan dari Digital Civility Index ( DCI) 2020.

Studi ini bertujuan untuk mengukur tingkat kesopanan digital dari pengguna internet dunia saat berkomunikasi di dunia maya.

Mengutip Kompas.com (26/2/2021), studi ini dilakukan dengan metode survei yang melibatkan 16.000 responden di 32 wilayah.

Survei tersebut mencakup responden remaja sampai orang dewasa tentang interaksi online mereka dan pengalaman mereka menghadapi risiko online.

Pelaksanaan survei ini berlangsung sejak April hingga Mei 2020.

Disebutkan bahwa riset ini mencakup 9 wilayah Asia-Pasifik (APAC), yaitu Australia, India, Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Taiwan, Thailand, dan Vietnam.

Baca juga: Kehebatan Netizen Indonesia Bikin Egy Maulana Vikri Alami Hal Seperti Elkan Baggott

Terkait topik kesopanan digital, Regional Digital Safety Lead, Asia-Pasifik, Microsoft, Liz Thomas menyampaikan, kesopanan digital dinilai sangat penting untuk meningkatkan kesadaran dan mendorong interaksi online yang positif.

Baca juga: Viral Tingkat Kesopanan Warganet Indonesia Dinilai Paling Buruk Se-Asia Tenggara, Pengamat: Miris

Hal ini juga didukung situasi pandemi yang memungkinkan masyarakat lebih sering mengakses inetrnet.

"Melalui peringatan Safer Internet Day ini, kami diingatkan bahwa pemerintah, organisasi, dan individu memiliki peran dalam membantu menjadikan internet tempat yang lebih baik untuk bekerja dan bermain," ujar Thomas.

Negara paling tidak sopan se-Asia Tenggara

Dalam studi tersebut, DCI mematok skor untuk mengetahui kadar kesopanan warganet dari segi usia dan wilayahnya.

Semakin tinggi skor DCI, maka semakin buruk tingkat kesopananya.

Secara global, remaja berusia 13-16 tahun memiliki skor DCI sebanyak 63, sedangkan orang dewasa memiliki skor 72.

Berikut rincian skor untuk masing-masing negara di Asia Pasifik terkait kesopanan warganet:

1. Singapura, dengan skor DCI sebesar 59 poin

2. Malaysia, dengan skor DCI sebesar 63 poin

3. Filipina, dengan skor DCI sebesar 66 poin

4. Thailand, dengan skor DCI sebesar 69 poin

5. Vietnam, dengan skor DCI sebesar 72 poin

6. Indonesia, dengan skor DCI sebesar 76 poin.

Perlu diketahui, Microsoft tidak memaparkan laporan DCI untuk negara Asia Tenggara lainnya.

Namun, mereka mengungkapkan bahwa warganet Indonesia menempati urutan terbawah se-Asia Tenggara.

Penyebab risiko kesopanan

Dilansir dari Kompas.com (25/2/2021), ada tiga faktor yang berpengaruh pada risiko kesopanan di Indonesia.

Pertama adalah hoaks dan penipuan. Pada faktor ini paling tinggi skornya dengan 47 persen.

Kedua, faktor ujaran kebencian berada pada 27 persen. Ketiga, faktor diskriminasi sebesar 13 persen.

Di sisi lain, sebanyak 4 dari 10 responden mengaku bahwa tingkat kesopanan warganet Indonesia semakin membaik.

Menurut mereka, hal itu didorong oleh rasa kebersamaan yang lebih besar dan saling tolong-menolong di media sosial.

Selain itu, nilai empati di Indonesia mengalami kenaikan 11 poin menjadi 59 persen. Kemudian, berita di media menjadi kontributor kedua dengan persentase 54 persen.

(Sumber: Kompas.com/Nabilla Tashandra, Wahyunanda Kusuma Pertiwi | Editor: Reska K. Nistanto)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul Menilik Penyebab Microsoft Sebut Warganet Indonesia Tidak Sopan Se-Asia Tenggara

Penulis : Retia Kartika Dewi
Editor : Sari Hardiyanto

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan