Breaking News:

Kejahatan Skimming Masih Marak Terjadi, Begini Pencegahnya 

Lokasi ATM yang cenderung gelap dan tanpa pengawasan seperti security dan kamera CCTV juga rawan menjadi tempat operasi skimming

Luhur Pambudi/Tribun Jatim
Tiga orang anggota sindikat pembobol kartu anjungan tunai mandiri (ATM) menggunakan metode skimming dibekuk Subdit V Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Jatim, Senin (4/6/2020). 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Seno Tri Sulistiyono

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kejahatan skimming atau pencurian informasi kartu kredit atau debit, masih marak terjadi di berbagai daerah. 

Terakhir pada Februari 2021, Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Bali berhasil menangkap 45 pelaku kejahatan skimming di Pulau Dewata, yang turut melibatkan warga negara asing. 

Lantas bagaimana masyarakat dapat menghindari kejahatan skimming? 

Mengutip media sosial Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Sabtu (14/3/2021).

Baca juga: Nyepi di Bali, ATM Dinonaktifkan Sejak Sabtu Siang, Tol Bali Mandara Tutup Pukul 23.00 Wita Besok

Ada tujuh langkah yang wajib dijalankan masyarakat ketika menggunakan kartu kredit maupun debit. 

Pertama, jangan memberikan data atau informasi kartu kredit maupun debit ke orang lain. 

Kedua, ubah PIN secara berkala dan menghindari penggunaan PIN dengan nomor atau huruf yang mudah ditebak.

Jangan gunakan inisial, tanggal lahir, nomor telepon atau kombinasinya. 

Baca juga: PT Angkasa Pura I Hentikan Sementara Operasional Bandara Ngurah Rai Bali Mulai Jam 06.00 Wita

Ketiga, tutupi tangan ketika menekan nomor PIN di ATM maupun dimesin EDC, sehingga tidak bisa dilihat oleh orang lain. 

Halaman
12
Penulis: Seno Tri Sulistiyono
Editor: Eko Sutriyanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved