Tak Mau Kecolongan, WhatsApp Hapus 2 Juta Akun Tiap Bulan Cegah Konten Abnormal

lebih dari 2 juta akun yang dinonaktifkan oleh WhatsApp tiap bulan. Kasus pelanggaran itu terjadi dan diketahui 70 persen diidentifikasi

Editor: Sanusi
DigitBin
ILUSTRASI 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Fandi Permana

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Langkah antisipasi digunakan aplikasi percakapan WhatsApp untuk menjaga perusahaan milik Facebook ini tetap baik di mata dunia.

Bahkan WhatsApp tak segan-segan menghapus akun yang melanggar ketentuan. WhatsApp mengungkapkan harus turun tangan unruk menonaktifkan sekitar dua juta akun setiap bulannya.

Akun-akun itu ditindak lantaran dianggap melakukan perilaku abnormal di platform tersebut. Seperti diketahui, banyak modus kejahatan siber seperti penipuan, doxing hingga peretasan akun yang dilakukan oknum-oknum tak bertanggung jawab.

Baca juga: Polri: Virtual Police Tidak Memasuki Area Privat di Whatsapp

Manager Kebijakan Publik WhatsApp Indonesia Esther Samboh mengatakan, lebih dari 2 juta akun yang dinonaktifkan oleh WhatsApp tiap bulannya. Kasus pelanggaran itu terjadi dan diketahui 70 persennya berhasil diidentifikasi oleh sistem.

"WhatsApp menonaktifkan 2 juta akun tiap bulan. Penonaktifan akun-akun itu dilakukan setelah diketahui oleh sebuah sistem keamanan. Kebanyakan atau sekitar 70 persennya diidentifikasi oleh sistem bahwa akun-akun tersebut melakukan perilaku abnormal, bukan berdasarkan dari laporan pengguna," kata Esther, dalam sebuah diskusi webinar, Rabu (17/3/2021).

Baca juga: Bos WhatsApp Blak-blakan Lebih Pilih Ponsel Android Ketimbang iPhone, Apa Alasannya?

Penindakan tegas pada akun-akun itu karena melakukan sebuah tindakan abnormal. Tindakan yang dimaksud oleh WhatsApp itu di antaranya seperti meneruskan pesan berkali-kali, sembarangan mengundang pengguna lain ke grup tanpa sekehendak orang yang diundang, dan lain-lain.

Esther menjelaskan bahwa 2 juta akun yang dinonaktifkan oleh WhatsApp itu merujuk pada data WhatsApp global dan bukan per wilayah negara.

"Jadi akun-akun itu telah teridentifikasi oleh sistem karena melakukan tindakan abnormal. Sementara data terbarunya berasal dari data global rata-rata ada 2 juta akun yang dinonaktifkan tiap bulannya," jelas Esther.

Sebagai informasi, aplikasi WhatsApp tercatat masih menjadi platform chat terbesar di dunia. WhatsApp memiliki lebih dari 2 miliar pengguna di seluruh dunia dan 90 persen percakapan yag terjadi di WhatsApp adalah percakapan privat.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved