Tiga Sektor Industri Ini Sering Jadi Sasaran Serangan Siber, Objek-objek Berikut yang Disasar

Bentuk malware yang sering menyerang pada tahun lalu di antaranya Miners sebanyak 41 persen, Trojan sebanyak 26 persen, Worm sebanyak 10 persen

Penulis: Hari Darmawan
Editor: Choirul Arifin
News.com.au
Ilustrasi serangan siber. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Hari Darmawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Penyedia layanan teknologi global NTT Ltd mengungkapkan, saat ini industri kesehatan, manufaktur dan keuangan mengalami peningkatan serangan siber tertinggi.

Menurut data dari NTT Ltd, serangan siber ke industri kesehatan mencapai 200 persen, manufaktur sebesar 300 persen dan keuangan mencapai 53 persen.

CEO NTT Ltd. Hendra Lesmana mengatakan, dalam laporan sepanjang tahun 2020 didapatkan tiga industri tersebut sering diserang malware.

"Laporan Intelijen Ancaman Global 2021 berisi data serangan global yang dikumpulkan dari 1 Januari 2020 hingga 31 Desember 2020," kata Hendra dalam konferensi pers virtual, Selasa (8/6/2021).

Analisis ini, lanjut Hendra, didasarkan pada data log, peristiwa, serangan, insiden, dan kerentanan dari klien serta jaringan honeypot global NTT.

Baca juga: Dugaan Data Kependudukan Bocor, Roy Suryo Sentil Badan Siber dan Sandi Negara

Menurut Hendra, industri kesehatan ini banyak menyimpan data pribadi, kenaikan serangannya 200 persen. Finance dengan adanya transaksi finansial online target increasenya 50 persen. Dan manufaktur target increasenya 300 perse.

Baca juga: Pakar Keamanan Siber Menduga Kebocoran Data Penduduk Bermula dari Peretasan di Server BPJS

"Bentuk malware yang sering menyerang pada tahun lalu di antaranya Miners sebanyak 41 persen, Trojan sebanyak 26 persen, Worm sebanyak 10 persen dan Ransomware sebanyak 6 persen," ucap Hendra.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved