Seberapa Perlu Menjaga Rekam Jejak Digital Kita Tetap Positif di Internet? Begini Penjelasannya
Setiap hari kita telah meninggalkan jejak di dunia maya melalui unggahan kita, komentar, situs laman dan media sosial yang kita kunjungi
Editor:
Choirul Arifin
Dia mengatakan, dalam rangka mensosialisasikan cara-cara menjadi warga digital yang bijak, platform Facebook dan Kemkominfo sudah membuat panduan sederhana dengan bahasa yang mudah dicerna.
Menurutnya, panduan dan buku “Materi Asah Digital” ini dapat diakses oleh publik di http://asahdigital.fb.com/.
“Jadi bukan untuk mengajarkan tetapi untuk lebih gampang disampaikan, semua ada di buku panduan ini yang dapat diunduh di website kami,” kata dia.
Wahyu Haryadi, M.A., Analis Prasarana Sekolah Dasar, Kemendikbud Ristekdikti menyatakan selama ini lembaganya sudah melakukan berbagai upaya untuk menjaga agar tenaga pendidik dan peserta didik meninggalkan rekam jejak yang baik di dunia digital.
Wahyu mengenalkan konsep “4K” dalam cerdas digital, yaitu Kritis, Keamanan, Kreativitas, dan Kolaborasi juga strategi Literasi Digital di sekolah dasar (SD), salah satunya yaitu “Empati Digital”.

Menurutnya, penting mengajarkan anak untuk tidak hanya mengamankan jejak digital tapi juga harus mempunyai empati terhadap apa yang ada di dalam dunia digital.
“Beberapa hal dapat dilakukan untuk menumbuhkan rasa empati pada anak, misalnya dengan mengajarkan untuk tidak pamer di media sosial," ujarnya.
Selain itu juga mengajarkan kepada anak agar tidak meneruskan pesan atau video perundungan di media sosial, dan lain sebagainya.
Wahyu menambahkan, kementeriannya juga membuat lomba terkait konten digital antara siswa, guru, tenaga pendidik dan semua stakeholder sekolah sebagai bagian dari pendampingan Kemendikbud Ristekdikti.
Hal demikian dilakukan untuk membuat jejak digital dan mengarahkan peserta didik dan tenaga pendidik untuk lebih optimal berkegiatan di dunia digital.
Semuel Pangerapan, B.Sc, Dirjen Aptika Kemkominfo saat membuka webinar mengatakan, literasi digital merupakan kunci dan keniscayaan dalam menghadapi perkembangan serta disrupsi teknologi yang semakin masif.
Karenanya, Kemenkominfo dan Siberkreasi berkomitmen akan terus melakukan upaya peningkatan literasi digital masyarakat melalui beragam kegiatan untuk memfasilitasi dan mendorong terwujudnya masyarakat digital Indonesia.
"Kemampuan literasi digital merupakan kemampuan yang paling krusial dalam menghadapi perkembangan teknologi saat ini, untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang tidak hanya mengenal teknologi, namun juga cermat dalam menggunakannya,” ujar Semuel.