Jelang Harbolnas E-Commerce Waspadai Hacker, Ini yang Sering Jadi Sasaran

Pada masa-masa harbolnas seperti 10.10 atau 11.11 tersebut sering terjadi serangan yang dilakukan oleh para peretas.

Editor: Hendra Gunawan
JD.id
Promo Harbolnas JD.id (jd.id) 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Menjelang penutupan tahun, biasanya banyak perusahaan e-commerce menggelar Festival Hari Belanja Online Nasional (Harbolnas).

Pada masa-masa harbolnas seperti 10.10, 11.11 atau 12.12 tersebut sering terjadi serangan yang dilakukan oleh para peretas.

Associate VP Information Security Blibli Ricky Setiadi mengatakan, serangan dilakukan agar konsumen tak punya kesempatan berbelanja.

"Yang paling banyak diserang itu adalah social engineering. Kejahatan ini dilakukan melalui phishing email, SMS ataupun WhatsApp," ujarnya saat diskusi Bulan Inklusi Keuangan 2021 secara virtual, Senin (1/11/2021).

Dia menjelaskan phishing ini nantinya akan mengarahkan konsumen ke suatu website yang dibuat mirip seperti platform lainnya.

Baca juga: Situs Diretas, Setkab Gandeng BSSN, BIN, dan Polri Tingkatkan Pengamanan Cyber

"Misalnya kalau Blibli nanti websitenya itu dibuat mirip banget seperti Bl1bi atau D4na, itu kan mirip. Itu dikasih ke pengguna untuk diklik yang nantinya akan membuat pengguna rugi," jelas Ricky.

Lalu jenis serangan yang kedua adalah pengambilalihan akun atau take over akun yang membuat para pengguna platform e-commerce tidak bisa mengikuti festival belanja.

Kejahatan cyber ketiga adalah bot herder.

Dia menjelaskan, bot herder skemanya dikendalikan oleh satu orang yang menjalankan beberapa robot untuk melakukan tindakan kejahatan.

Baca juga: Harbolnas, Banyak Produk Favorit Meriahkan Festival Belanja TikTok Shopping 10.10

"Ketika ada promo fesival, mereka pakai bot herder untuk memonopoli pemesanan, para pengguna atau konsumen lain otomatis tidak bisa mendapatkan jatah kuotanya kan.

Sementara masyarakat lain pun jadi curiga, jangan-jangan promonya palsu karena enggak dapat," papar Ricky.

"Efeknya apa? Efeknya reputasi dari perusahaan yang menyediakan promo itu pun jadi terganggu.

Orang jadi enggak percaya lagi sama promonya," sambung Riki.

Baca juga: Program Dikagetin Histeria Blibli Sambut Harbolnas 2021, dari Brand Deals Hingga Diskon Gercep

Hal senada juga disampaikan oleh VP of Information Security DANA Andri Purnomo.

Dia bilang kejahatan yang paling banyak ditemukan dan yang paling menjadi target besar adalah account take over dan bot herder.

"Apalagi bot herder itu, itu kalau kami lihat dibuat sama anak bangsa juga, mereka kreatif-kreatif sebenarnya cuma dipakai untuk cyner. Kalau lihat IPnya atau aktivitas itu di lokal kita sendiri," kata Andri. ( Kompas/Ade Miranti Karunia)

Sumber: Kompas.com
  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved