Sabtu, 30 Mei 2026

Amerika Serikat Mulai Menyelidiki Efek Berbahaya TikTok pada Kesehatan Mental Anak-anak

Amerika Serikat mulai menyeldiki efek berbahaya TikTok terhadap kesehatan mental pengguna anak-anak.

Tayang:
Penulis: Rica Agustina
Freepik
Ilustrasi aplikasi TikTok - Amerika Serikat mulai menyeldiki efek berbahaya TikTok terhadap kesehatan mental pengguna anak-anak. 

TRIBUNNEWS.COM - Jaksa Agung negara bagian Amerika Serikat (AS) telah memulai penyelidikan nasional terhadap platform video musik, TikTok.

Penyelidikan itu dilakukan untuk mengetahui kemungkinan efek berbahaya TikTok terhadap kesehatan mental pengguna yang masih berusia muda, dan memperluas pengawasan pemerintah terhadap platform yang sangat populer tersebut.

Penyelidikan diumumkan oleh sejumlah negara bagian yang dipimpin oleh California, Florida, Kentucky, Massachusetts, Nebraska, New Jersey, Tennessee, dan Vermont, Rabu (2/3/2022).

Anggota parlemen AS dan regulator federal telah mengkritik TikTok atas praktik dan promosi konten berbasis komputer yang mereka katakan dapat membahayakan kesehatan fisik dan mental pengguna yang masih berusia muda.

TikTok diperkirakan memiliki 1 miliar pengguna aktif per bulannya, dan sangat populer di kalangan remaja dan anak kecil.

Baca juga: Cara Mainkan Game Cat Trap yang Viral di Tiktok Tanpa Aplikasi, Ini Linknya

Baca juga: Cara Download Video TikTok Tanpa Watermark, Bisa Pakai Aplikasi SaveTok hingga musicaldown.com

Bulan lalu, Texas membuka penyelidikan atas dugaan pelanggaran privasi anak-anak dan fasilitasi perdagangan manusia oleh TikTok.

"Anak-anak kita tumbuh di era media sosial - dan banyak yang merasa perlu mengukur versi realitas yang disaring yang mereka lihat di layar mereka," kata Jaksa Agung California, Rob Bonta, seperti dikutip AP News.

"Kami tahu ini berdampak buruk pada kesehatan mental dan kesejahteraan anak-anak."

Bonta mengatakan penyelidikan bertujuan untuk menentukan apakah TikTok melanggar hukum dalam mempromosikan platformnya kepada kaum muda.

Sementara itu, pejabat pemerintah dan advokat keselamatan anak berpendapat bahwa algoritme TikTok mendorong konten video ke pengguna yang dapat membuat gangguan makan dan melukai diri sendiri hingga bunuh diri kepada pengguna yang masih berusia muda.

Menanggapi hal tersebut, TikTok mengatakan algoritme-nya berfokus pada pengalaman yang sesuai usia.

Pihak perusahaan itu menambahkan, beberapa fiturnya, seperti pesan langsung, tidak tersedia untuk pengguna yang lebih muda.

Selain itu, TikTok memiliki alat, seperti manajemen waktu layar, untuk membantu kaum muda dan orang tua mengatur waktu yang dihabiskan anak-anak di aplikasi dan apa yang mereka lihat.

"Kami sangat peduli untuk membangun pengalaman yang membantu melindungi dan mendukung kesejahteraan komunitas kami, dan menghargai bahwa jaksa agung negara bagian berfokus pada keselamatan pengguna yang lebih muda," kata perusahaan itu, Rabu (2/3/2022).

"Kami berharap dapat memberikan informasi tentang banyak perlindungan keamanan dan privasi yang kami miliki untuk remaja."

Baca juga: Rusia Minta TikTok Berhenti Merekomendasikan Konten Militer pada Pengguna di Bawah Umur

Baca juga: 7 Cara Download Video TikTok Tanpa Watermark, Bisa Simpan Video Melalui Foto Live

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved