Rabu, 20 Mei 2026

Konflik Rusia Vs Ukraina

Ukraina Minta 50 Perusahaan Game, Cloud, dan Teknologi Lainnya untuk Bertindak atas Serangan Rusia

Ukraina berencana mendesak 50 perusahaan teknologi, untuk mengambil tindakan atas invasi Rusia.

Tayang:
Penulis: Nur Febriana Trinugraheni
Editor: Sanusi
AFP/-
Gambar selebaran yang dirilis di halaman Facebook Kementerian Dalam Negeri Ukraina pada 1 Maret 2022 menunjukkan asap setelah serangan rudal yang menargetkan pusat televisi ibukota Ukraina di Kyiv. (Photo by UKRAINIAN INTERIOR MINISTRY PRESS SERVICES / AFP) 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Nur Febriana Trinugraheni

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Pejabat tinggi teknologi pemerintah Ukraina mengatakan Ukraina berencana mendesak 50 perusahaan teknologi, termasuk di bidang game, esports dan infrastruktur internet untuk mengambil tindakan atas invasi Rusia.

Dikutip dari reuters.com, Kamis (3/3/2022) perusahaan perangkat lunak Oracle Corp menanggapi permintaan Kementerian Transformasi Digital Ukraina yang meminta perusahaan ini untuk menghentikan bisnisnya di Rusia.

Wakil menteri digital Alexander Bornyakov mengatakan perusahaan tersebut telah menangguhkan semua operasi di Federasi Rusia.

Baca juga: Hari ke-7 Invasi Rusia ke Ukraina: Zelensky Singgung soal Nazi hingga Kemajuan Pasukan Putin

Perusahaan video game, EA Games pada Rabu kemarin juga mengatakan akan menghapus tim Rusia dari pertandingan sepak bola FIFA.

Sejauh ini, Ukraina telah meminta dukungan dari sekitar 50 perusahaan sejak serangan yang dilakukan Rusa pada pekan lalu.

Permintaan serupa juga diungkapkan Wakil Perdana Menteri Ukraina, Mykhailo Fedorov yang meminta CEO perusahaan-perusahaan di Sillicon Valley untuk ikut mengambil tindakan. Permintaan Federov berhasil membuat Elon Musk mengaktifkan layanan broadband satelit Starlink milik perusahaan SpaceX di Ukraina. Selain itu, YouTube dan media sosial lainnya juga memberikan pembatasan kepada media pemerintah Rusia.

Baca juga: Eksodus Terus Berlangsung, Satu Juta Pengungsi Telah Tinggalkan Ukraina

Alexander Bornyakov juga mengatakan pihaknya ingin melihat tindakan yang dilakukan perusahaan penyedia layanan keamanan siber dan alat pengiriman konten ke situs web, Akamai Technologies Inc atas serangan Rusia.

Akamai segera menanggapi hal itu dengan menghentikan layanan bagi pelanggan yang terkena sanksi, pada Selasa kemarin, termasuk maskapai penerbangan Rusia Aeroflot, yang mendapat sanksi AS yang pada 22 Februari lalu.

Google dan Apple Inc juga telah menerima permintaan untuk menutup toko aplikasi seluler mereka di Rusia.

Seruan kepada perusahaan teknologi merupakan bagian dari strategi Ukraina untuk mengisolasi Rusia dan membuat publik memprotes atas serangan mereka, yang Rusia sebut sebagai operasi khusus.

Baca juga: Pesawat Terbesar di Dunia Antonov AN-225 Hancur Akibat Invasi Rusia ke Ukraina

Selain mendesak perusahaan-perusahaan teknologi, Ukraina juga membentuk Tentara IT yang terdiri dari sukarelawan dalam negeri dan luar negeri yang diorganisisr oleh Kementerian Digital Ukraina. Tentara IT Ukraina saat ini telah berjumlah lebih dari 250.000 orang dan berhasil mengganggu akses ke situs web pemerintah Rusia dan mengganggu sekitar 50 juta warga sipil Rusia dengan mengirimkan informasi mengenai invasi Rusia melalui media sosial, telepon, dan pesan teks.

Bornyakov menyatakan kekhawatirannya mengenai serangan siber Rusia yang dapat melemahkan infrastruktur mereka. Dalam beberapa hari terakhir, induk perusahaan Facebook, Meta dan juga Twitter serta YouTube mengatakan telah menghapus operasi pengaruh dan upaya peretasan yang menargetkan Ukraina.

Ukraina akan jual NFT untuk mendanai pasukannya

Untuk membantu mendanai tentara mereka, Ukraina berencana menjual aset digital berupa Non-Fungible Token (NFT). Alexander Bornyakov mengungkapkan Ukraina tengah menyiapkan banyak gambar keren untuk dijual sebagai NFT.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved