Minggu, 26 April 2026

Haji 2022

Berhaji ke Tanah Suci, Ini Perbandingan Harga Paket Kuota Provider Indonesia Vs Arab Saudi

Harga paket kuota internet lokal dari provider Indonesia memang lebih mahal jika dibandingkan harga dari operator di Arab Saudi.

Editor: Choirul Arifin
Tribunnews.com/Aji Bramastra
Jemaah Haji Indonesia saat membeli kuota internet untuk ponsel mereka di gerai provider Arab Saudi di Madinah. 

Ini karena sales di sana, rata-rata susah berbahasa selain bahasa Arab.

Atau, bila ragu, bisa meminta tolong ke petugas haji Indonesia yang bisa berbahasa Arab.
Seperti dilakukan oleh Syarif Moh Alfian asal embarkasi Batam.

"Saya beli dapat bantuan dari petugas haji kita, beruntung, akhirnya saya bisa beli," kata Syarif.

Beda dengan di Indonesia yang hanya butuh KTP, di sana anda akan diminta paspor dan sidik jari untuk beli sebuah nomor perdana. Prosesnya cukup cepat, sekitar 15 menit saja.

Bagaimana Jika Tersesat?

Jemaah haji tersesat dan lupa jalan di Masjidil Haram jadi hal yang paling jamak ditemui setiap tahunnya.

Maklum, masjid terbesar di dunia itu punya 210 pintu masuk. Semua pintu pun nyaris sama penampakan fisiknya.

"Hasil evaluasi sementara, masalah jemaah yang paling banyak terjadi di Masjidil Haram adalah lupa atau tidak tahu jalan pulang ke hotel. Rata-rata setiap hari ada 20 orang jemaah tersesat," kata Kolonel Muftil Umam, Kepala Seksi Petugas dan Keamaaan Jemaah di Mekkah, Rabu (29/6/2022).

Jemaah haji Indonesia tak perlu khawatir bila tersesat di sana. Tim Perlindungan Jemaah (Linjam) dari Panitia Penyelenggara Ibadah Haji Indonesia, punya 8 pos jaga di Masjidil Haram.

Ilustrasi Rombongan Jemaah Haji Indonesia mengantre proses imigrasi di Bandara Jeddah, Arab Saudi.
Rombongan Jemaah Haji Indonesia mengantre proses imigrasi di Bandara Jeddah, Arab Saudi. (Tim Media Center Haji 2002)

Delapan pos itu antara lain ada di lokasi tawaf, lokasi sai, pintu Babussalam, sekitar Tower Zamzam, serta tiga terminal bus yang ada di seputaran Masjidil Haram.

PPIH sendiri menambah personel perlindungan jemaah di Masjidil Haram, jelang puncak ibadah haji.

Jika sebelumnya hanya dua shift dengan durasi jaga masing-masing 12 jam, saat ini ditambah menjadi tiga shift dengan durasi jaga 8 jam.

Petugas haji di sektor ini diperkuat oleh prajurit TNI/Polri.

“Personel kita perkuat di Masjidil Haram demi memberikan rasa aman. Sebelumnya, sektor khusus Masjidil Haram personel 10. Saat ini ditambah 19 jadi 29 personel. Ini yang khusus personel dari TNI/Polri,”

"Kalau ada jemaah yang tersesat, petugas linjam wajib membantu sampai titik bus pengantaran,” ujar Umam, yang juga berdinas di kesatuan Kopassus ini.

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved