Minggu, 31 Agustus 2025

Buntut Batalnya Akuisisi, Twitter Gugat CEO Tesla Elon Musk, Persidangan Dimulai Pada Oktober

Twitter dan Elon Musk dijadwalkan melakukan persidangan pada bulan Oktober atas gugatan yang diajukan perusahaan media sosial tersebut.

Penulis: Nur Febriana Trinugraheni
Editor: Sanusi
BBC
Buntut batalnya akuisisi, Twitter dan Elon Musk dijadwalkan melakukan persidangan pada bulan Oktober atas gugatan yang diajukan perusahaan media sosial tersebut. 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Nur Febriana Trinugraheni

TRIBUNNEWS.COM, NEW YORK - Twitter dan Elon Musk dijadwalkan melakukan persidangan pada bulan Oktober atas gugatan yang diajukan perusahaan media sosial tersebut.

Twitter mengajukan gugatan setelah CEO Tesla ini mengakhiri kesepakatan senilai 44 miliar dolar AS untuk membeli perusahaan media sosial tersebut.

Twitter telah meminta agar persidangan ini digelar pada bulan September, yang ditentang oleh Musk dengan meminta persidangan diadakan Februari tahun depan.

“Semakin lama transaksi merger tetap dalam ketidakpastian, semakin besar risiko yang menyelimuti perusahaan,” kata seorang hakim di pengadilan kanselir Delaware, Kathaleen St. J. McCormick, yang dikutip dari New York Times.

Baca juga: Tak Takut Dengan Ancaman Twitter, Elon Musk Balas Gugatan Pakai Meme

Keputusan yang diungkapkan pihak pengadilan ini merupakan kemenangan bagi Twitter, yang mengatakan perpanjangan waktu akan memberi Musk lebih banyak waktu untuk mendesak perusahaan dan menemukan jalan keluar dari kesepakatan.

McCormick mengumumkan persidangan akan berlangsung selama lima hari, sementara tanggal pasti sidang akan disesuaikan dengan jadwal pengadilan dan pengacara dalam kasus tersebut.

"Kami senang bahwa pengadilan setuju untuk mempercepat persidangan ini," kata juru bicara Twitter.

Sementara pengacara Elon Musk, Alex Spiro mengatakan timnya telah siap menghadapi persidangan.

Saat Musk setuju untuk membeli Twitter, dia mengatakan perusahaan ini memiliki banyak potensi.

Namun selang beberapa minggu, dia mulai berpendapat jika Twitter menghalangi upayanya untuk mendapatkan data mengenai berapa banyak akun palsu yang beredar di platform tersebut. Musk juga mengatakan, Twitter telah memberikan informasi yang tidak relevan kepadanya.

Sementara pihak Twitter menyebut keluarnya Musk dari kesepakatan tersebut karena pasar saham sedang merosot. Perusahaan ini menambahkan, pihaknya telah bekerja sama dengan Musk untuk memberikan informasi mengenai akun palsu di platformnya.

Baca juga: Batal Diakuisisi, Twitter Gandeng Sejumlah Firma Hukum Untuk Tuntut Elon Musk

Pada Selasa (19/7/2022) kemarin, Twitter meminta agar gugatannya segera diproses. Pengacara Twitter, Bill Savitt mengatakan penundaan persidangan akan memberikan kerugian bagi Twitter.

"Ketidakpastian yang berkelanjutan atas kesepakatan itu (dapat) menimbulkan kerugian bagi pihak Twitter, setiap jam setiap hari," ujar Savitt.

Savitt mengajukan permintaan agar persidangan dimulai pada bulan September, dia menambahkan penundaan akan membuat Musk kehabisan waktu untuk membiayai kesepakatan tersebut.

Pengacara Elon Musk, Andy Rossman mengatakan Musk membutuhkan lebih banyak waktu untuk menganalisis data untuk menentukan apakah Twitter secara akurat menghitung jumlah akun palsu di platformnya.

Halaman
123
Berita Terkait
AA

Berita Terkini

© 2025 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
About Us Help Privacy Policy Terms of Use Contact Us Pedoman Media Siber Redaksi Info iklan