Tips Menjaga Keamanan Data Pribadi di Ruang Digital, Update Password Secara Berkala

Praktisi Literasi Digital, Aji Kresno berbagi tips pemasaran di sosial media ditinjau dari perspektif keamanan digital.

Editor: Wahyu Aji
theregister.co.uk
Ini Dia Daftar 100 Password Mudah Ditebak yang Masih Dipakai sampai Sekarang 

TRIBUNNEWS.COM - Praktisi Literasi Digital, Aji Kresno berbagi tips pemasaran di sosial media ditinjau dari perspektif keamanan digital.

Hal itu dia sampaikan pada webinar literasi digital untuk komunitas dan masyarakat di wilayah Maluku, Papua, dan sekitarnya telah diselenggarakan pada Rabu pekan lalu, pukul 15.00 - 17.00 WIT bertema “Tips Digital: Pemasaran di Media Sosial".

Kegiatan ini merupakan bagian dari program “Indonesia Makin Cakap Digital” yang digagas Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kemenkominfo) berkolaborasi dengan Gerakan Nasional Literasi Digital Siberkreasi.

Baca juga: Kronologi dan Penjelasan Pria di Bekasi Dianiaya Tetangga Gara-gara Dituduh Bobol Password WiFi

Aji menuturkan, saat ini tidak ada lagi perbedaan antara dunia digital dan dunia nyata karena aktivitas digital tidak bisa dilepaskan dari kehidupan sehari hari bahkan untuk kebutuhan bisnis.

Keamanan dan kenyamanan beraktivitas di dunia digital menjadi hal yang semakin penting.

“Untuk menjaga keamanan dan kenyamanan dalam beraktivitas serta bertransaksi kita harus semakin kritis dan waspada terhadap berbagai macam tindak penipuan yang mungkin dapat terjadi. Ada beberapa hal yang dapat kita lakukan dengan mudah untuk menjaga keamanan data pribadi kita di ruang digital. Pertama, aktifkan perangkat keamanan seperti password. Kedua, gunakan password dengan kombinasi huruf, angka, dan simbol. Ketiga, jangan lupa untuk secara berkala update password dengan yang baru. Keempat waspada terhadap link atau pesan atau e-mail yang tidak dikenal,” papar Aji Kresno dikutip, Selasa (26/7/2022)

Syarif Maulana memperkaya pembahasan mengenai tips pemasaran di sosial media ditinjau dari perspektif etika digital, di mana segala aktifitas di ruang digital perlu menerapkan konsep netiket.

“Dengan mengaplikasikan netiket dalam beraktivitas di ruang digital kita dapat meminimalisir risiko penggunaan teknologi digital yang dapat terjadi karena adanya perbedaan budaya dan timbulnya standar standar baru dalam berperilaku di ruang digital," jelas Syarif Maulana.

Adapun Dirjen Aptika Kominfo, Samuel Abriijani Pengerapan, menjelaskan terkait pelaksanaan kegiatan program Indonesia Makin Cakap Digital.

“Dalam perjalanannya program literasi digital telah berhasil menjangkau lebih dari 12 juta masyarakat di 515 kabupaten/kota dan 34 provinsi diseluruh Indonesia dan berfokus pada peningkatan wawasan dan kecakapan digital masyarakat Indonesia yang diukur berdasarkan 4 (empat) pilar digital, yaitu Kecakapan Digital, Etika Digital, Keamanan Digital, dan Budaya Digital,” kata dia.

Baca juga: Proteksi Keamanan Data Pribadi Dinilai Penting Untuk Hindari Kejahatan Digital

Dia menjelaskan, kegiatan literasi digital diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi upaya menghentikan penyebaran berita hoaks serta dampak negatif dari penyalahgunaan internet dengan cara meningkatkan kemampuan kognitif masyarakat Indonesia melalui beragam program edukasi kecakapan literasi digital.

Menjadi literat digital, kata dia, berarti dapat memproses berbagai informasi, dapat memahami pesan, dan berkomunikasi efektif dengan orang lain dalam berbagai bentuk.

“Selain itu dengan cakap literasi digital dapat memacu individu untuk beralih dari konsumen yang pasif menjadi produsen yang aktif, baik secara individu maupun sebagai bagian dari komunitas. Dengan literasi digital juga akan tercipta tatanan masyarakat dengan pola pikir dan pandangan yang kritis serta kreatif. Anggota masyarakat tidak akan mudah termakan oleh isu yang provokatif dan menjadi korban informasi hoaks atau korban penipuan yang berbasis digital,” paparnya.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved