Kronologi dan Penjelasan Pria di Bekasi Dianiaya Tetangga Gara-gara Dituduh Bobol Password WiFi

Pemicu penganiayaan itu berawal saat pelaku berisial EM menuduh Lasdo membobol password atau kata sandi WiFi internet miliknya.

Editor: Hasanudin Aco
Warta Kota/Rangga Baskoro
Viral video yang berisi penganiayaan yang dialami seorang pria di perumahan Karanganyar Residence dengan tuduhan membobol sandi wifi milik tetangga. 

TRIBUNNEWS.COM, BEKASI -  Pria bernama Lasdo Apuan (38) dianiaya tetangganya sendiri di Perumahan Karanganyar Residence, Desa Karanganyar, Kecamatan Karangbahagia, Bekasi, Senin (11/10/2021) pagi.

Penganiayaan itu terjadi gara-gara password WiFi.

Kejadian itu sempat viral di media sosial.

Pemicu penganiayaan itu berawal saat pelaku berisial EM menuduh Lasdo membobol password atau kata sandi WiFi internet miliknya.

Ia pun tak habis pikir dianiaya pelaku menggunakan kapak hingga terluka delapan jahitan.

"Pertama nih, saya mohon maaf. Saya kan punya warung. Saya sama istri setiap hari sibuk kerja nganterin gas sama air. Ibaratnya enggak ada waktu buat santai-santai, boro-boro pakai wifi tetangga, nikmatin wifi di rumah saya sendiri saja jarang," kata Lasdo saat ditemui di kediamannya, Selasa (12/10/2021).

Lasdo yang jadi korban penganiayaan akibat dituduh mencuri wifi tetangganya sendiri. (Warta Kota/Rangga Baskoro)
Lasdo yang jadi korban penganiayaan akibat dituduh mencuri wifi tetangganya sendiri. (Warta Kota/Rangga Baskoro) ()

Baca juga: Dituduh Bobol Password WiFi, Pria di Bekasi Diserang Tetangganya Sendiri

Lasdo mengaku tak memiliki keahlian meretas kata sandi atau password WiFi milik EM yang tinggal hanya berjarak 15 meter dari rumahnya.

"Ya intinya saya bukan hacker, dagang saya mah kerjanya, gimana cara saya tahu password WiFi dia? Enggak ngerti saya mah gitu-gituan," katanya.

Dari segi ekonomi, Lasdo mengaku masih mampu membayar tagihan WiFi miliknya sendiri sehingga tidak mungkin dia mencuri password WiFi milik orang lain.

"Ini mohon maaf lagi nih, saya juga ada WiFi di rumah, masih bisa lah saya bayar WiFi saya sendiri, enggak usah pakai nyolong-nyolong WiFi orang lain," kata Lasdo.

Terlebih lagi, meski jarak rumah keduanya hanya dipisahkan gang, namun radius WiFi standar di rumah EM, tak akan mampu menjangkau lokasi rumahnya.

"Ya logika saja, nyampe enggak itu WiFi dia ke rumah saya? Wifi dia kebaca juga enggak di HP saya, karena emang enggak nyampe radiusnya," ucapnya.

Ia pun tak mengerti alasan EM yang bersih keras hendak membunuhnya.

"Itu WiFi rumah dia unlimited, bayarnya Rp150.000, flat sampai sekarang enggak naik-naik. Kalau dibilang WiFi lemot gara-gara saya, ya mana saya tahu alasannya. Orang saya saja punya wifi sendiri kok," tutur Lasdo.

Halaman
1234
  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved