Menjadi Konten Kreator Harus Siap Jadi Figur Publik

Konten kreator Chelsea Pamela Taroreh mengatakan, agar siap mental saat menjadi konten kreator, membangun citra diri di media sosial menjadi penting

Kolase Tribunnews/Instagram @deltahesti/Instagram @brojabrooo
Konten kreator Surabaya menggelar fashion show layaknya Citayam Fashion Week di Jalan Tunjungan pada Kamis (21/7/2022). Agar siap mental saat menjadi konten kreator, membangun citra diri di media sosial menjadi sangat penting. 

Laporan Wartawan Tribunnews, Choirul Arifin

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menjadi konten kreator terutama di platform media sosial memang tidak mudah, terutama menyangkut kesiapan mental untuk menerima konsekuensi menjadi figur publik karena karya-karyanya yang dipublikasikan dinikmati khalayak luas.

Konten kreator Chelsea Pamela Taroreh mengatakan, agar siap mental saat menjadi konten kreator, membangun citra diri di media sosial menjadi sangat penting.

“Sebagai seorang konten kreator, akan banyak orang yang akan menonton dan melihat postingan kita, maka tonjolkan apa hal yang menarik dan jadikan itu sebagai nilai jual konten yang kita buat,” ujarnya saat menjadi pembicara di webinar Membangun Citra Diri di Media Sosial yang diikuti sejumlah komunitas digital di Jakarta dan Banten, pada Jumat, 22 Juli 2022.

Baca juga: Jadi Konten Kreator, Karier Idaman Bagi Generasi Milenial

“Jika ingin menjadi konten kreator harus siap menjadi publik figur, jaga ucapan dan sikap kita karena audiens yang menyukai atau menjadi fans akan mengikuti dan meniru apa yang kita sebar di media sosial," pesan Chelsea.

Selain itu, konten kreator juga harus siap juga secara mental dan fisik karena dengan menjadi publik figur karena tidak semua orang akan menyukai kita.

"Harus bijak dalam menanggapi komen dan kritik dari penonton”, terang Pamela.

Rizqika alya Anwar pemateri yang juga seorang konten kreator mengatakan, etika di media sosial sangat penting.

“Kita jangan hanya fokus membangun citra diri, tapi juga harus memperhatikan etika bermedia sosial supaya ternbangun citra diri yang positif dimata audien” ungkap Rizqika.

Rizqika mengatakan sebagai pengguna media digital harus menjadi netizen yang pintar.

“Kehidupan kita di dunia nyata dan media sosial tidak jauh berbeda maka dari harus Be a smart netizen, kedepankan etika dan jangan memperlakukan diri sendiri di dunia digital dengan lebih memperhatikan kembali apa yang kita ketik dan posting di media sosial kita”, jelas Rizqika.

Konten kreator lainnya, Cheryl Antoinette mengatakan, personal branding yang baik akan terbangun sendiri seiring dengan jejak digital yang kita tinggalkan.

Baca juga: Layaknya Citayam Fashion Week, Konten Kreator Surabaya Bikin Hal Serupa di Jalan Tunjungan

“Apa yang kita upload di media sosial akan meninggalkan jejak digital yang sulit untuk dihilangkan. Mau dikenal sebagai konten kreator seperti apa tergantung dengan konten dan postingan kita," ujarnya.

"Jika ingin membangun personal branding yang baik, buatlah konten positif dan bermanfaat buat audien karena hal itu akan selalu diingat oleh audien dan pengikut kita”, ungkap Cheryl.

Cheryl juga memberikan tips dalam membangun citra diri di media sosial. “Hal pertama yang harus diperhatikan dalam membangun personal branding itu adalah dengan mengetahui sampai dimana kemampuan, setelah itu pilih platform media sosial konten kita," kata dia.

"Jangan fokus ke view dan like, fokus ke konten dengan terus memberikan karya terbaik dan bermanfaat, setelah itu lihat feedback dari penonton agar kita tahu dimana kurang dan salahnya kita agar bisa diperbaiki untuk konten selanjutnya dan terakhir konsisten dalam membuat konten,” jelasnya.

Kementerian Kominfo menargetkan peningkatan skill masyarakat di media digital khususnya media sosial, peran masyarakat yang cakap akan dunia digital mencapai target kumulatif sebesar 50 juta orang terliterasi di tahun 2024.

Berdasarkan Penelitian We Are Social Hootsuite per Februari 2022 di indonesia terdapat 204,7 juta pengguna internet dan pengguna media sosial aktif mencapai 191,4 juta. Indeks Literasi Digital Indonesia 2021 berada pada level “sedang” dengan skor 3,49.

Pengukuran dengan Kerangka Indeks Literasi Digital tahun 2021 ini menggunakan empat pilar, yaitu Kecakapan Digital, Etika Digital, Keamanan Digital , dan Budaya Digital.
 

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved