Era Digital Buka Kesempatan Peluang Menjadi Content Creator

Banyak peluang baru bermunculan di tengah tingginya penetrasi internet di Indonesia, seperti menjadi pembuat konten atau content creator.

Penulis: Eko Sutriyanto
Editor: Johnson Simanjuntak
istimewa
Era Digital Buka Kesempatan Peluang Menjadi Content Creator 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Banyak peluang baru bermunculan di tengah tingginya penetrasi internet di Indonesia, seperti menjadi pembuat konten atau content creator.

Apalagi, beberapa aplikasi yang dipakai pembuat konten tersedia secara gratis namun konten yang dibuat sebaiknya untuk hal-hal yang positif dan bermanfaat.

Kreator Nongkrong Dicky Renaldi mengatakan, tingginya penetrasi internet di Indonesia menghasilkan sejuta peluang di ruang digital.

Per Februari 2022, penetrasi internet di Indonesia mencapai 77,02 persen dari seluruh populasi atau setara dengan 210 juta orang.

Peluang besar itu, salah satunya adalah dengan menjadi pembuat konten (content creator) di media sosial.

“Ada tiga tipe media sosial bagi content creator. Untuk jenis konten video bisa menggunakan kanal YouTube, Titkok, Instagram, atau di Facebook. Sementara untuk konten foto atau gambar, bisa menggunakan medium Instagram, Flickr, sedangkan untuk podcast bisa memakai Spotify atau Anchor,” ujar Dicky saat webinar bertema “Be a Content Creator: Merubah Hidup di Era Digital” yang diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika RI bersama Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi belum lama ini.

Dicky menyebut, beberapa peluang yang bisa dimanfaatkan di era digitalisasi sekarang ini mencakup tiga hal yakni peningkatan kualitas sumber daya manusia dalam ber digitalisasi, mempermudah masyarakat dalam mengakses informasi secara cepat dan melahirkan kreativitas tanpa batas.

Dosen Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Makassar Dian Muhtadiah Hamna mengatakan, untuk memanfaatkan peluang industri kreatif di era digital sekarang adalah dengan memperhatikan atau mengamati hal-hal yang menjadi kebutuhan khalayak.

Bisa diawali dengan riset tentang apa yang mereka inginkan, apakah menyangkut kebutuhan sandang, pangan, atau papan. Lalu, bagaimana cara mereka memenuhi kebutuhan itu.

“Amati ide-ide kreatif yang sudah ada sebelumnya. Lalu, silakan ditiru dan dimodifikasi dengan ide orisinal sendiri sehingga menghasilkan inovasi yang baru. Lakukan inovasi secara kontinyu dan lakukan evaluasi secara berkala,” tuturnya.

Sekretaris Relawan TIK Karawang Annisa Aprianti, Annisa Aprianti menguraikan aplikasi video editing yang bisa digunakan pembuat konten di kanal YouTube, seperti InShot, VivaVideo, CapCut, Canva, KineMaster, Power Director, atau Adobe Premiere Clip.

Beberapa fitur yang ada di aplikasi tersebut bisa untuk menggabungkan beberapa video menjadi satu rangkaian, menambah efek suara, menambahkan animasi teks, maupun menyesuaikan ukuran file video.

“Untuk mengunggah video ke YouTube bisa mengikuti langkah-langkah yang ada dan itu mudah dilakukan,” ucap Annisa.

Ia menambahkan, tantangan menjadi YouTuber pemula adalah sulit mengakses ide, sulitnya mencari penonton, godaan untuk curang, atau sulitnya memenuhi ketentuan memperoleh penghasilan dari Ads yang cukup sulit.

  • KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved