Bantu Perluas Akses Pasar, Startup Callme Siap Rangkul UMKM Jasa Jahitan

Satu lagi startup baru menetas di Indonesia di tengah badai tumbangnya sejumlah startup anyar Tanah Air yang tidak lagi survive

Penulis: Choirul Arifin
Editor: Hendra Gunawan
istimewa
Launching startup Callme Taylor di Jakarta, Jumat, 28 Oktober 2022 

Laporan Wartawan Tribunnews, Choirul Arifin

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Satu lagi startup baru menetas di Indonesia di tengah badai tumbangnya sejumlah startup anyar Tanah Air yang tidak lagi survive di tengah guncangan pandemi dan ancaman krisis ekonomi.

Startup baru ini bergerak di bisnis yang unik, yakni menjadi enabler dan berupaya menciptakan ekosistem digital baru para pengusaha UMKM jasa jahit pakaian dan UIMKM di bidang kain dan busana Tanah Air melalui platfoirm Callme Taylor.

Startup Callme Taylor dikibarkan oleh beberapa anak muda di bawah bendera PT Callme Digital Indonesia dengan Veryco Andrean sebagai founder dan Dini Fronitasari sebagai Chief Technology Officer atau CTO-nya.

Baca juga: Selain Tahan Korosi, Aplikasi Material Beton Juga Bikin Konsttruksi Bangunan Semakin Kokoh

Dalam paparannya di Jakarta, Jumat, 28 Oktober 2022 lalu, Veryco Andrean menjelaskan, startup callme disiapkan sebagai platform online marketplace yang berfokus pada penyediaan jasa jahit dan penyedia produk fashion batik.

"Callme Tailor terus menjalankan misinya untuk memberikan perubahan ekonomi yang lebih baik bagi #MitraUMKM agar bisa naik kelas dan meraih potensi pelanggan yang lebih luas," ujarnya.

Dia mengatakan, saat ini sudah puluhan UMKM jasa jahit yang bergabung di ekosistemnya. "Untuk saat ini kami menggarap pasar di Jabodetabek dan Bandung serta Tasikmalaya dulu,: ujar Veryco.

Pendek kata, startup lokal ini mencoba hadir sebagai solusi jahit dan permak busana sekaligus turut berperan dalam memajukan ekonomi Indonesia melalui pemberdayaan dan perluasan akses pasar dan adopsi teknologi ke UMKM jasa jahit pakaian.

Sebagai platform supply chain management, Callme Tailor berfokus pada industri pakaian (Clothing) dengan konsep online marketplace.

Veryco Andrean, optimis startup-nya ini akan makin berkembang ke depannnya lantaran perkembangan industri sandang Tanah Air kini tumbuh begitu pesat yang tidak lepas dari peran para pegiat UKM Terampil yang memberikan kontribusi.

“Kami berharap Callme dapat menjadi solusi dari hulu ke hilir sekaligus menjadi Jembatan yang dapat menghubungkan seluruh pemangku kepentingan di Industri ini dengan pemberdayaan teknologi yang dapat dijangkau oleh seluruh masyarakat,” ujarnya.

Baca juga: Cara Aktifkan Paket Internet Umrah Telkomsel, Bisa Melalui Website dan Aplikasi MyTelkomsel

Dini Fronitasari, CTO Callme mengatakan, startup-nya berusaha menghadirkan sistem Home Service yang memungkinkan pengguna aplikasi Callme bisa memperoleh layanan jahit dan permak busana full service dari rumah dan penyelesaian pesanan dalam 2x24 jam.

Di tahap awal ini akan fokus menggarap komunitas penjahit dan seluruh pengrajin kain Nusantara di seluruh Indonesia.

Startup Callme Taylor__
Para pendiri startup Callme Taylor dari kiri ke kanan: Steven William, Co-Founder; Olivia Tan, Co-Founder, Dini Fronitasari Co- Founder dan CTO; Veryco Andrean, Founder.

Mereka dirangkul agar dapat bersama-sama mengoptimalkan solusi teknologi dari Callme melalui ekosistem marketplace dan supply chain tailor yang diciptakan sekaligus memaksimalkan potensi pasar yang lebih luas,tidak hanya di pasar lokal, namun juga pasar Internasional.

Dini juga menekankan, Callme Tailor menawarkan solusi ramah lingkungan yang mengedepankan bahan-bahan organik.

“Motivasi kami bermula dengan melihat kondisi masyarakat yang banyak kehilangan pekerjaan dan masih jarang dalam memanfaatkan kebutuhan jahit dan permak," ungkap Dini.

Platform ini juga ingin memperluas akses pasar para perajin kain Nusantara seperti batik, tenun dan songket dengan berbagai pilihan motif dan pola yang khas dari masing-masing daerah di Indonesia.

KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved