Kamis, 7 Mei 2026

Smartfren akan Bangun Data Center di Daerah Cikarang, Batam hingga IKN

pembangunan data center ini merupakan hasil kemitraan Smartfren bersama perusahaan asal Abu Dhabi, Group 42 (G42).

Tayang:
Wartakota/henry lopulalan
Ilustrasi Smartfren. PT Smartfren Telecom Tbk tengah membangun data center baru di beberapa daerah.  

Laporan wartawan Tribunnews.com, Endrapta Pramudhiaz

TRIBUNNEWS.COM, SEMARANG - PT Smartfren Telecom Tbk tengah membangun data center baru di beberapa daerah. 

Direktur Smartfren Gisela Lesmana mengatakan belum banyak informasi yang bisa dibagikan saat ini. 

“Saya selalu katakan ke media, mohon dapat dimaklumi. Project data center ini kan multi stakeholder sekali,” katanya ketika ditemui di Toko Oen, Semarang, Jawa Tengah, Kamis (10/11/2022). 

Baca juga: Smartfren Tunggu Penugasan USO untuk Garap Indonesia Timur

Diketahui, pembangunan data center ini merupakan hasil kemitraan Smartfren bersama perusahaan asal Abu Dhabi, Group 42 (G42).

Mengutip Kontan.co.id, kerja sama tersebut secara resmi ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Smartfren dengan G42 sebagai perusahaan yang bergerak di bidang Artificial Intelligence (AI) dan Cloud Computing asal Abu Dhabi, serta mitra lokal asal Indonesia, PT Amara Padma Sehati (APS).  

Meski tak bisa memberi banyak informasi, Gisela menyatakan Smartfren sangat antusias mendukung pembangunan ini.  

“Kita kan juga pemakai data center yang besar. Tapi, kita juga tahu skala projek ini besar. Jadi, sampai sekarang belum ada informasi tambahan yang saya dapatkan,” katanya. 

Informasi terakhir, pihak terkait di pembangunan data center ini telah melakukan kunjungan ke tempat kelak data center tersebut akan dibangun. 

Lokasi itu ada dua, yaitu di daerah Cikarang dan Batam. 

Baca juga: Smartfren Klaim Cakupan Jaringan Mereka di Tol Trans Jawa Sudah 98 Persen

Setelah itu, Gisela menyebut masih ada perjanjian lagi yang harus diselesaikan. 

“Market study-nya gitu. Bagaimana model bisnisnya. Nah, itu cukup kompleks. Jadi, mohon maaf saya juga belum dapat informasi tambahan,” ujarnya. 

Mengenai kabar data center yang juga akan dibangun di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara, Gisela mengatakan kemungkinan itu bagian dari kemitraan yang sama. 

“Itu kan rencananya 1.000 megawatt, tapi kan tidak langsung di-roll out semuanya. Nggak mungkin. Pasti bertahap. Mungkin pasti bagian dari itu,” katanya. 

Sebelumnya, Chairman & CEO Sinar Mas Telecommunications & Technology Franky Oesman Widjaja mengatakan Smartfren memahami pentingnya pusat data sebagai tulang punggung perkembangan industri digital di Indonesia.

Baca juga: Smartfren Community Bawa UMKM ke Ekonomi Digital

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved