Rabu, 29 April 2026

Data 487 Juta Pengguna WhatsApp di 84 Negara Bocor dan Dijual Online, Termasuk Indonesia?

Dari 487 juta data yang bocor, 32 juta di antaranya diklaim adalah nomor telepon milik pengguna WhatsApp di Amerika Serikat (AS).

Tayang:
Pixabay/MIH83
Ilustrasi WhatsApp. Data 487 juta pengguna WhatsApp dari berbagai negara diduga bocor. Parahnya, data tersebut dijual di sebuah forum online kenamaan. 

Berdasarkan hasil investigasi, Cyber News menyebut bahwa sampel yang diberikan penjual adalah benar milik pengguna WhatsApp yang masih aktif. Tidak disebutkan secara rinci bagaimana database ini dikumpulkan.

Meta, selaku induk perusahaan WhatsApp, masih belum menanggapi kebocoran ratusan juta nomor telepon milik penggunanya.

Ada kemungkinan hacker memperoleh informasi pengguna WhatsApp lewat metode scraping, yakni memanen informasi dalam skala besar.

Metode ilegal ini melanggar Ketentuan Layanan WhatsApp, sebagaimana dihimpun KompasTekno dari Cybernews, Minggu (27/11/2022).

Namun, metode itu masih dugaan saja. Sebab, melihat dari kebanyakan kasus, database besar yang diunggah online sering kali diperoleh dengan metode scraping.

Pada umumnya, kasus kebocoran data pribadi semacam ini dimanfaatkan oleh pelaku untuk melakukan aneka serangan siber, seperti smishing dan vishing.

Smishing atau SMS phishing merupakan jenis serangan yang menggunakan rekayasa sosial (social engineering) untuk mendapatkan informasi pribadi tentang seseorang melalui SMS.

Baca juga: Menteri Kesehatan: Data yang Diretas Hacker Bjorka Bukan dari PeduliLindungi

Sementara vishing atau voice phishing adalah metode yang serupa dengan smishing namun umumnya menggunakan telepon.

Oleh sebab itu, pengguna WhatsApp diimbau untuk selalu waspada terhadap panggilan masuk yang berasal dari nomor ponsel tak dikenal, maupun pesan yang dikirim dari nomor asing.

Kasus peretasan lainnya

Bjorka Dikabarkan Bocorkan 44 Juta Data Pengguna Aplikasi MyPertamina

Hacker bernama Bjorka beraksi dengan menjual 44 juta data yang diklaim milik akun MyPertamina di forum Breached.

Berdasarkan situs Breached Forum, ukuran data yang dijual Bjorka sebesar 30GB dan bersumber dari data peretasan per November 2022.

Adapun data yang dijual berisikan sejumlah informasi meliputi nama, email, NIK, NPWP, nomor telepon, jenis kelamin, hingga pendapatan bulanan harian, bulanan dan tahunan.

Dalam situs tersebut, Bjorka menuliskan bahwa MyPertamina adalah platform layanan finansial digital dari BUMN Pertamina yang terintegrasi dengan aplikasi LinkAja.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved