OpenAI Bakal Rilis Produk Web Browser Buatan Sendiri, Siap bersaing Lawan Chrome hingga Safari
OpenAI mengklaim perambannya ini akan dapat langsung bersaing dengan Chrome karena mereka memiliki akses ke data pengguna yang tak kalah kuat
Penulis:
Bobby W
Editor:
Endra Kurniawan
TRIBUNNEWS.COM - Perusahaan berbasis kecerdasan buatan (AI) OpenAI dikabarkan akan segera merilis peramban web yang akan menantang dominasi Google Chrome milik Alphabet
Dikutip dari Reuters, setidaknya ada tiga sumber anonim yang telah mengetahui rencana ekspansi tersebut.
Peramban ini rencananya akan diluncurkan dalam beberapa minggu mendatang dan bertujuan mengubah cara pengguna menjelajahi internet secara mendasar melalui pemanfaatan AI.
OpenAI mengklaim perambannya ini akan dapat langsung bersaing dengan Chrome karena mereka memiliki akses langsung untuk merontokkan fondasi kesuksesan Google selama ini: data pengguna.
Jika diadopsi oleh 500 juta pengguna aktif mingguan ChatGPT, peramban OpenAI berpotensi menekan komponen kunci bisnis iklan Google yang selama ini memanfaatkan data penggunanya.
Chrome sendiri adalah pilar penting bisnis iklan Alphabet, yang menyumbang hampir tiga perempat pendapatan perusahaan.
Peramban Chrome sendiri menyediakan data penggunanya untuk membantu Alphabet menargetkan iklan secara efektif dan menguntungkan, serta memberi Google cara mengarahkan lalu lintas pencarian ke mesin pencari mereka secara default.
Belajar dari kesuksesan Chrome tersebut, peramban buatan OpenAI ini pn dirancang untuk mempertahankan sebagian interaksi pengguna dalam antarmuka obrolan bawaan mirip ChatGPT, alih-alih mengklik situs web langsung, menurut dua sumber kepada Reuters.
Peramban ini merupakan bagian dari strategi lebih luas oleh OpenAI untuk mengintegrasikan layanan mereka ke kehidupan pribadi dan profesional pengguna, kata salah satu sumber lainnya.
Web browser ini juga memungkinkan OpenAI mengintegrasikan produk agen AI seperti Operator ke pengalaman menjelajah, sehingga peramban bisa menjalankan tugas atas nama pengguna, kata sumber.
Akses peramban terhadap aktivitas web pengguna menjadikannya platform ideal untuk agen AI yang bisa bertindak atas nama pengguna, seperti memesan reservasi atau mengisi formulir langsung di situs web.
Baca juga: 5 Negara dengan Pengguna Google Terbanyak di Dunia: AS Peringkat Teratas, Indonesia Masuk Daftar
Menanggapi kabar tersebut, OpenAI menolak memberikan komentar lebih lanjut.
Sementara itu, sumber yang memberikan informasi tersebut ke Reuters enggan disebutkan namanya karena tidak diizinkan berbicara kepada publik.
Dibawah kepemimpinan Sam Altman sendiri, OpenAI telah banyak mengguncang industri teknologi dengan peluncuran ChatGPT pada akhir 2022.
Setelah kesuksesan awal ChatGPT, OpenAI kemudian menghadapi persaingan ketat dari Google dan startup lainnya yang ikut terjun di bidang chatbot AI sehingga mereka pun mencari area pertumbuhan baru.
Langkah perusahaan AI untuk membuat peramban sendiri bisa dikatakan bukan lah hal yang baru.
Sebelumnya, perusahaan AI pesaing OpenAI yakni Perplexity juga telah meluncurkan peramban AI bernama Comet.
Comet sendiri diyakini Perplexity dapat melakukan tindakan atas nama pengguna.
Startup AI lain, The Browser Company dan Brave, juga merilis peramban berbasis AI yang mampu menjelajahi dan merangkum internet
Persaingan Ketat di Dunia Peramban

Langkah OpenAI untuk menjajal bisnis peramban internet ini bisa dibilang cukup terjal mengingat mereka langsung harus dihadapkan dengan persaingan yang ketat.
Menurut perusahaan analitik web StatCounter, Google Chrome yang digunakan lebih dari 3 miliar orang mendominasi dua pertiga pasar peramban global saat ini.
Di peringkat kedua, ada Safari milik Apple dengan persentase 16 persen dari jumlah seluruh penggunaan peramban global saat ini.
Peramban OpenAI ini sendiri rencananya akan dibangun di atas Chromium, kode sumber terbuka milik Google, menurut dua sumber Reuters.
Chromium sendiri selama ini telah menjadi basis kode untuk operasi Google Chrome serta peramban pesaing mereka seperti Microsoft Edge dan Opera.
Guna merebut pasar tersebut, pada tahun 2024 lalu OpenAI merekrut dua mantan wakil presiden Google yang terlibat dalam pengembangan awal Chrome.
Melalui kehadiran dua mantan petinggi Google tersebut, OpenAi berharap pihaknya dapat membangun peramban sendiri, bukan hanya plugin di peramban pihak lain, untuk mengontrol data yang dikumpulkan.
Pengumpulan data melalui peramban sendiri merupakan isu yang cukup panas di AS.
Hal ini terjadi mengingat peran Chrome dalam menyediakan data pengguna bagi penargetan iklan Alphabet terbukti sangat sukses.
Kesuksesan ini bahkan melecut langkah Departemen Kehakiman AS yang meminta penjualan terpisah antara divisi peramban dan periklanan milik Google setelah pengadilan memutuskan Alphabet telah melanggar aturan monopoli dalam bidang pencarian daring.
(Tribunnews.com/Bobby)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.