Minggu, 10 Mei 2026

GADGET

Lagu AI Membanjiri YouTube Music, Pengguna Ramai-ramai Mengeluh

Pengguna YouTube Music mengeluhkan playlist yang dipenuhi lagu AI generik dan meminta fitur pemblokiran.

Tayang:
Penulis: Widya Lisfianti
Editor: Endra Kurniawan
Tangkap layar Google
LOGO YOUTUBE. Tangkap layar Google yang memperlihatkan logo YouTube, Jumat (7/11/2025). Pengguna YouTube Music mengeluhkan playlist yang dipenuhi lagu AI generik dan meminta fitur pemblokiran. 
Ringkasan Berita:
  • Pengguna YouTube Music mengkritik rekomendasi yang dipenuhi lagu buatan AI yang dinilai generik, “palsu”, dan mengurangi sentuhan manusia.
  • Fitur dislike dianggap tidak efektif karena lagu AI serupa terus muncul, membuat pelanggan berbayar merasa layanan tidak sepadan.
  • Pengguna meminta label jelas dan opsi memblokir lagu AI, atau mempertimbangkan pindah ke layanan lain jika masalah berlanjut.

 

TRIBUNNEWS.COM - Layanan streaming YouTube Music tengah menuai kritik dari para penggunanya. 

Sejumlah pelanggan mengeluhkan rekomendasi musik yang kini dipenuhi lagu-lagu buatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) yang dinilai “palsu” dan tidak memiliki sentuhan manusia. 

Keluhan ini ramai dibicarakan di forum Reddit dan memicu kekhawatiran akan potensi hilangnya pelanggan setia.

Dilaporkan oleh PhoneArena dikutip Rabu (7/1/2026), banyak pengguna menyebut playlist rekomendasi mereka dipenuhi artis tidak dikenal dengan katalog lagu yang sangat banyak dan terdengar generik. 

Lagu-lagu tersebut diduga kuat dihasilkan oleh AI dan bukan karya musisi sungguhan. 

Masalah ini dirasakan terutama oleh pelanggan lama YouTube Music yang sebelumnya merasa rekomendasi platform tersebut cukup relevan dengan selera mereka.

Baca juga: Respons Boniex Saat For Revenge Tembus Top 100 YouTube Music

Keluhan semakin besar karena fitur “Not interested” atau tombol dislike dinilai tidak efektif. 

Pengguna mengaku lagu yang tidak disukai memang hilang, tetapi tak lama kemudian digantikan lagu AI lain dengan pola serupa. 

Bahkan, beberapa akun artis yang sama terus muncul di berbagai playlist, mix, dan sesi autoplay.

Situasi ini membuat sebagian pelanggan merasa tidak mendapatkan layanan yang sepadan dengan biaya langganan. 

Bagi pengguna berbayar, pengalaman mendengarkan musik yang dipenuhi konten tidak diinginkan dianggap merugikan.

YouTube Music sendiri mengandalkan algoritma untuk merekomendasikan lagu, seperti layanan streaming lainnya. 

Namun, lagu AI memiliki keunggulan dari sisi kuantitas karena dapat dibuat dengan cepat dan dalam jumlah besar, tanpa memerlukan keterampilan musik yang mendalam. 

Akibatnya, platform berisiko dipenuhi konten yang memenuhi syarat unggah, tetapi minim karakter, emosi, dan identitas artistik.

Masalah serupa sebenarnya juga mulai dirasakan di layanan lain seperti Spotify. 

Namun, menurut laporan PhoneArena, Apple Music dinilai lebih baik dalam mengelola konten, sementara Deezer telah mencoba memberi label khusus pada lagu yang dihasilkan oleh AI.

Banyak pengguna menilai musik adalah bentuk seni yang lahir dari proses kreatif dan pengalaman manusia. 

Baca juga: Grok AI Disorot, Komdigi Ancam Putus Akses Layanan X

Lagu buatan AI dianggap menghilangkan esensi tersebut dan berpotensi “menenggelamkan” karya musisi asli. 

Beberapa pengguna bahkan menyatakan tengah mempertimbangkan untuk pindah ke layanan streaming lain jika kondisi ini tidak segera dibenahi.

Pengguna berharap YouTube Music setidaknya memberi label jelas pada lagu AI serta menyediakan opsi untuk menonaktifkan atau memblokir konten tersebut dari rekomendasi. 

Tanpa langkah nyata, masalah ini dikhawatirkan akan terus merusak pengalaman mendengarkan musik di platform tersebut.

(Tribunnews.com/Widya)

Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved