Senin, 4 Mei 2026

GADGET

Alasan Apple Pilih Google Ketimbang OpenAI untuk Tingkatkan Siri

Kerja sama Apple dan Google untuk AI Siri ternyata terjadi setelah OpenAI menolak tawaran Apple.

Tayang:
Penulis: Widya Lisfianti
Editor: Suci BangunDS
Apple Insider
GADGET - Logo Apple. Kerja sama Apple dan Google untuk AI Siri ternyata terjadi setelah OpenAI menolak tawaran Apple. 

Ringkasan Berita:
    • OpenAI menolak menjadi penyedia utama AI untuk Apple.
      • Apple memilih Google dan Gemini dengan biaya miliaran dolar.
        • Keputusan ini terkait strategi perangkat dan infrastruktur AI.

 

TRIBUNNEWS.COM - Apple dikabarkan akan membayar Google dengan nilai miliaran dolar untuk mendukung fitur kecerdasan buatan terbaru di iPhone. 

Namun, kerja sama ini ternyata bukan pilihan pertama Apple

Fakta terbaru mengungkap bahwa Apple lebih dulu menawarkan kerja sama tersebut kepada OpenAI, pencipta ChatGPT, sebelum akhirnya beralih ke Google.

Dilansir Phone Arena, OpenAI memutuskan untuk menolak tawaran Apple pada musim gugur tahun lalu. 

Penolakan ini bukan tanpa alasan. OpenAI disebut tidak ingin hanya menjadi “pemain di balik layar” yang menjalankan teknologi AI untuk produk Apple.

Menurut laporan tersebut, OpenAI memilih fokus mengembangkan perangkat keras berbasis AI milik mereka sendiri. 

Langkah ini membuat posisi OpenAI lebih mirip pesaing daripada mitra Apple

Situasi ini semakin menarik karena mantan kepala desain Apple, Jony Ive, kini bekerja sama dengan OpenAI untuk mengembangkan perangkat AI tersebut.

Karena OpenAI menolak, Apple kemudian mengalihkan pilihannya ke Google

Kesepakatan ini berbentuk kontrak komputasi awan, di mana Apple akan menggunakan model AI Gemini milik Google

Nilai kerja samanya diperkirakan mencapai beberapa miliar dolar dalam jangka waktu tertentu.

Baca juga: Apple Bayar Miliaran Dolar ke Google untuk Gemini, OpenAI Tolak Jadi Otak Siri

Alasan Biaya Kerja Sama Sangat Besar

Biaya miliaran dolar ini dinilai masuk akal jika melihat kebutuhan infrastruktur AI saat ini. 

Infrastruktur yang dimaksud mencakup pusat data berskala besar dengan server berdaya tinggi.

Beberapa fakta penting terkait biaya dan strategi Apple:

  • Google, Microsoft, dan Meta menghabiskan ratusan miliar dolar untuk pusat data AI
  • Google sendiri diperkirakan menggelontorkan sekitar 90 miliar dolar tahun ini
  • Apple memilih menyewa infrastruktur Google daripada membangun sendiri
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved