GADGET
Rusia Blokir Akses WhatsApp hingga Telegram, Warga Dipaksa Gunakan Aplikasi Nasional
Rusia memblokir WhatsApp dan Telegram serta menandai Meta sebagai organisasi ekstremis, memicu kekhawatiran privasi.
Sistem ini membuat pemerintah dapat mengontrol akses layanan digital yang digunakan masyarakat.
Langkah tersebut memicu kekhawatiran terkait kebebasan komunikasi dan privasi data pengguna.
Dampak Pemblokiran Telegram
Pemblokiran Telegram juga dinilai berdampak besar karena aplikasi tersebut banyak digunakan dalam berbagai sektor, termasuk komunikasi militer.
Beberapa laporan menyebutkan aplikasi ini digunakan oleh tentara Rusia untuk:
- Menerima peringatan serangan drone dan rudal
- Berkomunikasi dengan keluarga
- Berkoordinasi antar unit militer
Kebijakan pemblokiran ini bahkan dilaporkan menimbulkan reaksi dari sebagian pendukung pemerintah Rusia.
Tujuan Pemerintah Mendorong Aplikasi Nasional
Pemerintah Rusia disebut berupaya memusatkan komunikasi masyarakat melalui aplikasi nasional Max.
Aplikasi ini dikembangkan sebagai alternatif layanan pesan global.
Beberapa karakteristik aplikasi Max antara lain:
- Tidak menggunakan sistem enkripsi pesan
- Memungkinkan pemantauan pesan oleh pemerintah
- Dirancang sebagai layanan komunikasi nasional
Langkah tersebut dinilai sebagai bagian dari strategi Rusia untuk memperkuat kontrol terhadap ruang digital domestik.
Informasi mengenai pemblokiran WhatsApp dan Telegram serta penetapan Meta sebagai organisasi ekstremis dilaporkan berdasarkan sumber dari 9to5Mac yang mengutip berbagai laporan media internasional.
(Tribunnews.com/Widya)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/pengguna-whatsapp-channel-kini-dapat-menikmati-empat-fitur-baru.jpg)