Minggu, 31 Mei 2026

GADGET

Rusia Blokir Akses WhatsApp hingga Telegram, Warga Dipaksa Gunakan Aplikasi Nasional

Rusia memblokir WhatsApp dan Telegram serta menandai Meta sebagai organisasi ekstremis, memicu kekhawatiran privasi.

Tayang:
Penulis: Widya Lisfianti
Editor: Tiara Shelavie
CNET
BLOKIR MEDIA SOSIAL - Foto ilustrasi WhatsApp. Rusia memblokir WhatsApp dan Telegram serta menandai Meta sebagai organisasi ekstremis, memicu kekhawatiran privasi. 

Sistem ini membuat pemerintah dapat mengontrol akses layanan digital yang digunakan masyarakat.

Langkah tersebut memicu kekhawatiran terkait kebebasan komunikasi dan privasi data pengguna.

Dampak Pemblokiran Telegram

Pemblokiran Telegram juga dinilai berdampak besar karena aplikasi tersebut banyak digunakan dalam berbagai sektor, termasuk komunikasi militer. 

Beberapa laporan menyebutkan aplikasi ini digunakan oleh tentara Rusia untuk:

  1. Menerima peringatan serangan drone dan rudal
  2. Berkomunikasi dengan keluarga
  3. Berkoordinasi antar unit militer

Kebijakan pemblokiran ini bahkan dilaporkan menimbulkan reaksi dari sebagian pendukung pemerintah Rusia.

Tujuan Pemerintah Mendorong Aplikasi Nasional

Pemerintah Rusia disebut berupaya memusatkan komunikasi masyarakat melalui aplikasi nasional Max. 

Aplikasi ini dikembangkan sebagai alternatif layanan pesan global.

Beberapa karakteristik aplikasi Max antara lain:

  1. Tidak menggunakan sistem enkripsi pesan
  2. Memungkinkan pemantauan pesan oleh pemerintah
  3. Dirancang sebagai layanan komunikasi nasional

Langkah tersebut dinilai sebagai bagian dari strategi Rusia untuk memperkuat kontrol terhadap ruang digital domestik.

Informasi mengenai pemblokiran WhatsApp dan Telegram serta penetapan Meta sebagai organisasi ekstremis dilaporkan berdasarkan sumber dari 9to5Mac yang mengutip berbagai laporan media internasional.

(Tribunnews.com/Widya)

Sesuai Minatmu
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved