Rabu, 27 Mei 2026

GADGET

Apple Perluas Produksi iPhone di AS, Gandeng Empat Mitra Baru

Apple tambah empat mitra baru untuk produksi komponen iPhone di AS, fokus pada chip, sensor, dan teknologi utama.

Tayang:
Apple Insider
Apple tambah empat mitra baru untuk produksi komponen iPhone di AS, fokus pada chip, sensor, dan teknologi utama. 
Ringkasan Berita:
  1. Apple menambah empat mitra baru dalam program manufaktur AS dengan investasi 400 juta dolar hingga 2030.
  2. Fokus produksi mencakup sensor kamera, chip Face ID, hingga teknologi AI dan keselamatan.
  3. Meski meningkat, sebagian besar produksi iPhone masih dilakukan di luar Amerika Serikat.

TRIBUNNEWS.COM - Apple mengumumkan langkah baru untuk memperluas produksi komponen iPhone di Amerika Serikat. 

Perusahaan teknologi asal Cupertino itu kini menambah empat mitra baru dalam program manufaktur dalam negerinya, yang dikenal sebagai American Manufacturing Program (AMP).

Empat perusahaan yang bergabung adalah Bosch, Cirrus Logic, TDK, dan Qnity Electronics. 

Apple mengalokasikan dana sebesar 400 juta dolar AS hingga tahun 2030 untuk mendukung kerja sama ini.

Langkah ini merupakan kelanjutan dari program yang telah dimulai sejak Agustus 2025. 

Sebelumnya, Apple sudah bekerja sama dengan sejumlah perusahaan besar seperti Samsung dan Texas Instruments.

Dalam kerja sama terbaru ini, masing-masing mitra memiliki peran penting. TDK akan memproduksi sensor di Amerika Serikat untuk pertama kalinya. 

Sensor ini berfungsi menjaga stabilitas kamera iPhone saat mengambil foto maupun video. 

Sementara itu, Bosch bekerja sama dengan TSMC untuk memproduksi chip yang mendukung fitur seperti Crash Detection dan pelacakan aktivitas pada Apple Watch.

Cirrus Logic juga berperan dalam pengembangan chip Face ID dengan menggandeng GlobalFoundries di New York. 

Adapun Qnity Electronics akan menyediakan material penting untuk pembuatan semikonduktor dan komponen yang berkaitan dengan kecerdasan buatan (AI) serta komputasi berkinerja tinggi.

Baca juga: Bonus Hingga Rp6 Miliar, Apple Berusaha Cegah Karyawan Pindah

Secara keseluruhan, langkah ini menjadi bagian dari komitmen besar Apple senilai 600 miliar dolar AS selama empat tahun untuk memperkuat manufaktur di Amerika Serikat.

Apple menyebut sejak program AMP diluncurkan, mereka telah menggunakan lebih dari 20 miliar chip buatan dalam negeri dari 24 pabrik di 12 negara bagian. 

Pada tahun ini saja, Apple diperkirakan akan membeli lebih dari 100 juta chip dari pabrik TSMC di Arizona.

Selain itu, mitra lama Apple juga menunjukkan perkembangan signifikan. Perusahaan Amkor sedang membangun fasilitas pengemasan chip senilai 7 miliar dolar AS di Arizona. 

Sementara itu, pabrik Corning di Kentucky kini sepenuhnya difokuskan untuk memproduksi kaca pelindung bagi iPhone dan Apple Watch di seluruh dunia.

Langkah ini dilakukan di tengah meningkatnya tarif dan ketegangan perdagangan global yang membuat produksi di luar negeri menjadi lebih mahal dan berisiko. 

Apple bahkan dilaporkan telah menanggung biaya tarif hingga 3,3 miliar dolar AS tanpa membebankannya kepada konsumen.

Meski begitu, sebagian besar produksi iPhone masih dilakukan di luar Amerika Serikat, terutama di China. 

Chip paling canggih juga masih banyak diproduksi di Taiwan. 

Dengan demikian, label “Made in USA” untuk iPhone secara penuh tampaknya masih belum akan terwujud dalam waktu dekat.

Namun, strategi Apple ini menunjukkan fokus pada penguatan rantai pasok serta pengembangan teknologi inti seperti kamera, Face ID, dan fitur keselamatan. 

Hal ini menjadi sinyal bahwa perusahaan tengah memainkan strategi jangka panjang untuk menjaga stabilitas produksi sekaligus meningkatkan inovasi.

(Tribunnews.com/Widya)

Sesuai Minatmu
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved