Sabtu, 23 Mei 2026

GADGET

Malware Baru NoVoice Sembunyi di Aplikasi Android, Ini Bahayanya

Malware NoVoice ditemukan di 50 aplikasi Play Store dengan 2,3 juta unduhan. Pengguna Android diminta waspada.

Tayang:
Penulis: Widya Lisfianti
Editor: Sri Juliati
dok.
Ilustrasi malware - Malware NoVoice ditemukan di 50 aplikasi Play Store dengan 2,3 juta unduhan. Pengguna Android diminta waspada. 

Ringkasan Berita:
  1. Malware NoVoice ditemukan di 50 aplikasi Play Store dengan 2,3 juta unduhan
  2. Malware dapat mencuri data dan mengontrol perangkat tanpa diketahui pengguna
  3. Google telah menghapus aplikasi berbahaya dan menyarankan update sistem

TRIBUNNEWS.COM - Ancaman keamanan siber kembali menyasar pengguna Android

Malware berbahaya bernama “NoVoice” dilaporkan ditemukan dalam lebih dari 50 aplikasi yang tersedia di Google Play Store. 

Aplikasi-aplikasi tersebut diketahui telah diunduh hingga 2,3 juta kali oleh pengguna di seluruh dunia.

Mengutip laporan PhoneArena, temuan ini pertama kali diungkap oleh peneliti keamanan dari McAfee. 

Malware NoVoice disisipkan dalam berbagai jenis aplikasi yang terlihat aman, seperti pembersih sistem, permainan, hingga galeri foto.

Metode ini dinilai cukup efektif untuk mengecoh pengguna. Aplikasi yang tampak biasa dan bermanfaat membuat pengguna tidak curiga saat mengunduhnya. 

Namun setelah terpasang, malware akan mulai bekerja secara diam-diam di latar belakang.

NoVoice dirancang untuk mengeksploitasi celah keamanan pada sistem Android

Jika berhasil, malware ini dapat memperoleh akses tingkat tinggi (root access) pada perangkat. 

Hal ini memungkinkan pelaku untuk mencuri data sensitif, seperti nama pengguna dan kata sandi, termasuk informasi dari aplikasi keuangan.

Tidak hanya itu, malware ini juga mampu menginstal maupun menghapus aplikasi lain tanpa sepengetahuan pengguna. 

Baca juga: Bocoran Galaxy Z Wide Fold, Samsung Siapkan HP Lipat Layar Lebih Lebar

Dalam beberapa kasus, sebagian komponen malware bahkan sulit dihapus sepenuhnya, meskipun perangkat telah di-reset ke pengaturan pabrik.

Meski demikian, ada kabar baik bagi pengguna Android. Google menyatakan bahwa perangkat yang telah mendapatkan pembaruan keamanan sejak Mei 2021 umumnya sudah terlindungi dari serangan ini. 

Selain itu, sistem keamanan bawaan seperti Google Play Protect juga telah secara otomatis menghapus aplikasi berbahaya dan memblokir instalasi baru.

Peneliti juga menemukan bahwa malware ini tidak aktif di beberapa wilayah tertentu, seperti Beijing dan Shenzhen di China. 

Sesuai Minatmu
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved