Selasa, 14 April 2026

Ancaman Siber Makin Kompleks, Kepala BSSN Ajak Jaga Keamanan dan Ketahanan Nasional

Tantangan dan ancaman kejahatan siber ke depan akan semakin canggih seiring makin berkembangnya teknologi digital.

|
Tribunnews.com/Abdi Ryanda Shakti
ANCAMAN SIBER - Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Letjen TNI (Purn) Nugroho Sulistyo Budi di kegiatan syukuran Hari Ulang Tahun ke-80 BSSN di kantor BSSN, Sawangan, Depok, Senin (6/4/2026). (Tribunnews.com/Abdi Ryanda Shakti). 
Ringkasan Berita:
  • Tantangan dan ancaman kejahatan siber ke depan akan semakin canggih seiring makin berkembangnya teknologi digital.
  • Perkembangan teknologi yang pesat membuka ruang bagi berbagai ancaman yang dapat memengaruhi stabilitas politik, ekonomi, sosial dan keamanan nasional.

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Letjen TNI (Purn) Nugroho Sulistyo Budi mengatakan tantangan dan ancaman kejahatan siber ke depan akan semakin canggih seiring makin berkembangnya teknologi digital.

Hal itu disampaikan Nugroho dalam kegiatan syukuran Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 BSSN yang digelar di Auditorium Mayjen TNI (purn) dr. Roebiono Kertopati, Kantor BSSN, Sawangan, Depok pada Senin (6/4/2026).

"Seluruh insan BSSN harus menyadari bahwa BSSN adalah institusi strategis yang berada di garis depan dalam menjaga kepentingan nasional di era digital. Dengan pemahaman ini, kita pastikan bahwa setiap langkah, kebijakan, dan pengabdian kita harus mencerminkan tanggung jawab besar tersebut," ucap Nugroho.

Menurutnya, perkembangan teknologi yang pesat telah membawa banyak manfaat, namun di saat yang sama juga membuka ruang bagi berbagai ancaman yang dapat memengaruhi stabilitas politik, ekonomi, sosial dan keamanan nasional.

Keamanan siber bukan sekadar isu teknis, tapi telah bertransformasi dari penanganan peretasan teknis menjadi arena utama kompetisi geopolitik global.

"Tadi disampaikan oleh Menteri Pertahanan Pak Sjafrie, tugas peran BSSN bukan semata hanya tugas teknis, yang kita pertaruhkan, yang kita jaga, yang kita amankan akan berkaitan dengan keamanan dan kepentingan nasional," tuturnya.

Peran strategis BSSN telah dirancang sejak awal pembentukan pada tahun 2017. BSSN memiliki peran untuk melaksanakan seluruh tugas dan fungsi di bidang keamanan informasi dan komunikasi sekaligus melaksanakan tugas dan fungsi di bidang persandian. 

Baca juga: Benarkah Kamboja Sukses Menangkal Separuh Kasus Penipuan Siber?

Pihaknya sangat terbuka kepada Kementerian dan Lembaga untuk berkolaborasi dalam menjaga dunia siber dari ancaman maupun serangan.

"Jadi sekali lagi semangat kolaborasi ini kita bangun pada saat sekarang ini apalagi kita sama-sama menyadari ada tantangan-tantangan ke depan," jelasnya.

Ada beberapa poin strategis yang menjadi fokus BSSN antara lain Penyusunan Rancangan Undang-Undang Keamanan dan Ketahanan Siber.

Selain itu, percepatan pembentukan Tim Tanggap Insiden Siber (TTIS) pada sektor Infrastruktur Informasi Vital dan Sektor Privat serta melakukan percepatan pembangunan kapasitas dan kapabilitas kelembagaan.

"Pada saat ini salah satu yang kita butuhkan adalah adanya wadah regulasi yang mewajibkan bahwa setiap penyelenggara sistem elektronik yang terklasifikasi agar memenuhi standar keamanan," tuturnya.

 

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved