GADGET
Lonjakan Aplikasi Baru di App Store Naik 84 Persen Berkat AI
Lonjakan aplikasi baru di App Store capai puluhan persen, dipicu tools AI yang memudahkan siapa saja membuat aplikasi.
Ringkasan Berita:
TRIBUNNEWS.COM - Jumlah aplikasi baru di App Store mengalami lonjakan signifikan dalam satu tahun terakhir.
Fenomena ini disebut-sebut berkaitan erat dengan semakin populernya penggunaan teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam proses pembuatan aplikasi.
Berdasarkan laporan yang dikutip dari The Information, Selasa (7/4/2026), jumlah aplikasi baru yang masuk ke App Store secara global meningkat sekitar 30 persen pada tahun lalu.
Angka tersebut mendekati 600.000 aplikasi baru dibandingkan tahun sebelumnya.
Bahkan secara keseluruhan, peningkatan ini disebut mencapai 84 persen, menandakan kebangkitan kembali ekosistem aplikasi setelah sebelumnya sempat menurun.
Sebagai perbandingan, jumlah pengajuan aplikasi baru sempat turun hingga 46 persen dalam periode 2016 hingga 2024.
Namun tren tersebut kini berbalik arah, seiring hadirnya berbagai alat pengembangan berbasis AI.
Beberapa tools yang disebut menjadi pendorong utama lonjakan ini antara lain Claude Code milik Anthropic dan Codex dari OpenAI.
Teknologi ini memungkinkan pengguna, bahkan yang tidak memiliki latar belakang pemrograman, untuk membuat aplikasi hanya dengan perintah teks.
Selain itu, para pengembang profesional juga diuntungkan karena dapat menghasilkan kode dalam jumlah lebih besar dan lebih cepat dibandingkan cara manual.
Analis dari Sensor Tower, Abraham Yousef, menyebut pertumbuhan aplikasi ini sebagai sesuatu yang eksplosif.
Baca juga: Malware Baru NoVoice Sembunyi di Aplikasi Android, Ini Bahayanya
Ia menilai kemunculan alat coding berbasis AI telah menghilangkan banyak hambatan dalam proses pembuatan aplikasi.
Tantangan Baru Apple Inc
Meski demikian, di tengah lonjakan tersebut, Apple Inc. juga menghadapi tantangan baru.
Perusahaan tersebut diketahui mulai mengambil langkah tegas terhadap sejumlah aplikasi berbasis AI yang dinilai melanggar aturan App Store.
Beberapa aplikasi seperti Anything dan Replit bahkan dilaporkan sempat ditarik atau pembaruannya diblokir.
Apple menilai aplikasi semacam ini dapat menghasilkan kode yang berubah-ubah sehingga fungsi utamanya tidak lagi konsisten, sesuatu yang tidak diperbolehkan dalam pedoman App Store.
Lonjakan jumlah aplikasi ini juga menimbulkan kekhawatiran terkait beban kerja tim peninjau aplikasi Apple.
Beberapa pengembang mengeluhkan waktu peninjauan yang dianggap semakin lama. Kritik juga sempat disampaikan oleh Elon Musk melalui media sosialnya.
Namun, Apple membantah hal tersebut.
Baca juga: Apple Tahan Rilis 4 Perangkat Baru, Tunggu Pembaruan Siri
Perusahaan menyatakan bahwa sekitar 90 persen aplikasi tetap dapat ditinjau dalam waktu 48 jam.
Dalam 12 minggu terakhir, tim mereka bahkan mampu memproses lebih dari 200.000 aplikasi setiap minggu, dengan rata-rata waktu peninjauan sekitar 1,5 hari.
Untuk mengatasi lonjakan ini, Apple juga mulai memanfaatkan teknologi AI guna membantu proses peninjauan aplikasi, meski tetap melibatkan pemeriksaan oleh manusia.
Secara keseluruhan, meningkatnya penggunaan AI dalam pengembangan aplikasi telah membuka peluang besar bagi banyak orang untuk masuk ke dunia teknologi.
Namun di sisi lain, hal ini juga memunculkan tantangan baru terkait kualitas, keamanan, dan kepatuhan terhadap aturan platform.
(Tribunnews.com/Widya)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/logo-app-store-milik-apple.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.