Minggu, 19 April 2026

Atasi Kendala Geografis, Teknologi Satelit Dorong Konektivitas Digital di Indonesia Timur

Pemerataan akses komunikasi dan internet menjadi tantangan besar bagi Indonesia terutama untuk mengembangkannya di kawasan timur

|
Penulis: Choirul Arifin
Editor: Erik S
HO/IST/Istimewa/HO
Direktur komersial Telkomsat, Andri Yunianto. 

Atasi Kendala Geografis, Teknologis Satelit Dorong Konektivitas Digital di Indonesia Timur

 

Ringkasan Berita:
  • Keterbatasan infrastruktur terestrial seperti jaringan fiber optik maupun BTS menyebabkan masih terdapat wilayah blank spot di sejumlah daerah di Indonesia.
  • Teknologi satelit bisa menjadi salah satu solusinya, terutama untuk menjangkau wilayah yang tidak dapat dilayani oleh infrastruktur teresterial. 
  • Di bidang pendidikan, konektivitas satelit membantu membuka akses pembelajaran di sekolah-sekolah daerah terpencil.

TRIBUNNEWS.COM, BOGOR — Pemerataan akses komunikasi dan internet menjadi tantangan besar bagi Indonesia terutama untuk mengembangkannya di kawasan timur kondisi geografis yang kompleks seperti pegunungan, hutan lebat, serta wilayah kepulauan.

"Keterbatasan infrastruktur terestrial seperti jaringan fiber optik maupun BTS menyebabkan masih terdapat wilayah blank spot yang berdampak pada terbatasnya akses masyarakat terhadap informasi, layanan publik, serta aktivitas ekonomi digital," ungkap Direktur komersial Telkomsat, Andri Yunianto dikutip Sabtu, 18 April 2026.

Mengutip survei terbaru Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) tahun 2025, Andri Yunianto mengatakan, tingkat penetrasi internet nasional telah mencapai 80,66 persen. Namun kesenjangan akses antarwilayah masih terjadi.

"Di kawasan Indonesia Timur seperti Maluku dan Papua baru mencapai 69,26 persen," ungkapnya. Hal ini menunjukan bahwa kesenjangan digital masih menjadi pekerjaan rumah, terutama di wilayah dengan karakteristik geografis yang menantang.

Pemerintah Indonesia terus mendorong percepatan pembangunan infrastruktur digital sebagai bagian dari agenda pemerataan pembangunan nasional, sejalan dengan semangat membangun dari pinggiran.

Berbagai program strategis telah dijalankan, termasuk pembangunan infrastruktur konektivitas di wilayah 3T dan Papua, untuk memastikan masyarakat di seluruh pelosok Indonesia memperoleh akses digital yang lebih merata.

Mengatasi berbagai kendala tersebut, teknologi satelit bisa menjadi salah satu solusinya, terutama untuk menjangkau wilayah yang tidak dapat dilayani oleh infrastruktur teresterial. 

"Pemanfaatan teknologi satelit telah memberikan dukungan nyata bagi berbagai sektor strategis. Di bidang pendidikan, konektivitas satelit membantu membuka akses pembelajaran di sekolah-sekolah daerah terpencil," papar Andri Yunianto.

Di sektor kesehatan, teknologi ini mendukung layanan telemedicine untuk menjangkau masyarakat di wilyaah yang sulit diakses. Sementara itu bagi pemerintah daerah, konektivitas yang andal turut memperkuat implementasi layanan pemerintahan digital.

Baca juga: Telkomsat dan Space42 PLC Jajaki Pengembangan Konektivitas Berbasis Satelit

Kehadiran akses internet juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat lokal, termasuk dalam mempercepat digitalisasi UMKM serta memperluas akses terhadap informasi dan pasar.

Ke depan, pengembangan infrastuktur dan layanan konektivitas di wilayah strategis Indonesia, khususnya kawasan timur, perlu terus diperkuat sebagai bagian dari percepatan transformasi digital nasional yang inklusif dan berkelanjutan.

"Upaya ini penting agar manfaat konektivitas dapat dirasakan secara lebih merata oleh seluruh lapisan masyarakat, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kualitas hidup di berbagai daerah," tandas Andri Yunianto.

 

Sumber: Tribunnews.com
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved