GADGET
OpenAI Ungkap Alasan ChatGPT Sempat Terobsesi Goblin
OpenAI ungkap alasan ChatGPT sempat sering menyebut goblin. Masalah ini kini sudah diatasi di GPT-5.5.
Ringkasan Berita:
- ChatGPT sempat sering menyebut goblin akibat pelatihan gaya bahasa
- Masalah muncul sejak GPT-5.1 hingga GPT-5.4
- OpenAI mengatasinya dengan pembatasan khusus di GPT-5.5
TRIBUNNEWS.COM - OpenAI mengungkap alasan di balik perilaku tidak biasa pada ChatGPT yang sempat sering menyebut makhluk mitos seperti goblin dan gremlin dalam berbagai jawaban.
Penjelasan ini disampaikan dalam laporan yang dikutip oleh 9to5Mac pada 30 April 2026.
Fenomena ini muncul dalam beberapa versi model sebelumnya, khususnya sejak pengembangan GPT-5.1 hingga GPT-5.4.
Dalam periode tersebut, model AI diketahui memiliki kecenderungan menggunakan metafora yang melibatkan makhluk mitologis, termasuk goblin, bahkan dalam konteks yang tidak relevan.
OpenAI menjelaskan bahwa kebiasaan tersebut berasal dari upaya awal untuk mengembangkan kepribadian tertentu pada model.
Saat itu, ChatGPT sempat dilengkapi dengan opsi gaya bahasa seperti “kutu buku” atau lebih kreatif.
Untuk mendukung gaya tersebut, model diberi pelatihan tambahan yang mendorong penggunaan metafora, termasuk referensi ke makhluk mitos.
Namun, pendekatan ini justru menimbulkan efek yang tidak diinginkan.
Meski fitur kepribadian tersebut kemudian dihapus, kebiasaan menyebut goblin dan makhluk sejenis tetap bertahan dalam model.
Akibatnya, jumlah referensi terhadap makhluk tersebut semakin sering muncul dalam jawaban.
Awalnya, fenomena ini dianggap tidak terlalu bermasalah dan bahkan dinilai menarik.
Baca juga: ChatGPT Kini Bisa Hitung Huruf R di Strawberry, tapi Masih Sering Salah
Namun, seiring meningkatnya laporan dari pengguna dan internal perusahaan, OpenAI mulai melihatnya sebagai gangguan yang perlu diperbaiki.
Untuk mengatasi masalah tersebut, OpenAI mengambil langkah tegas dalam pengembangan GPT-5.5.
Model terbaru ini secara khusus diberi instruksi agar tidak menyebut goblin, gremlin, atau makhluk lainnya kecuali benar-benar relevan dengan pertanyaan pengguna.
Langkah ini terbukti efektif dalam mengurangi kemunculan metafora yang tidak perlu.
Meski begitu, OpenAI menyebut bahwa pengguna masih dapat mengakses versi yang lebih bebas melalui platform tertentu seperti Codex, dengan pengaturan khusus.
Selain memperbaiki masalah ini, OpenAI juga terus mengembangkan fitur lain.
Pembaruan terbaru mencakup peningkatan pada kemampuan pembuatan gambar melalui ChatGPT Images 2 serta pengembangan Codex yang kini memiliki fitur lebih luas, termasuk penggunaan berbasis komputer.
Kasus ini menunjukkan bahwa pengembangan kecerdasan buatan tidak hanya soal kemampuan teknis, tetapi juga bagaimana menjaga keseimbangan dalam gaya komunikasi agar tetap relevan dan sesuai kebutuhan pengguna.
(Tribunnews.com/Widya)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/ILUSTRASI-CHATGPT-Foto-untuk-Ilustrasi-ChatGPT.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.