Rabu, 13 Mei 2026

GADGET

Apple Tambahkan Notifikasi Hipertensi di watchOS 26, Ini Cara Menggunakannya

watchOS 26 menghadirkan fitur deteksi hipertensi di Apple Watch dengan analisis data selama 30 hari.

Tayang:
apple.com
watchOS 26 menghadirkan fitur deteksi hipertensi di Apple Watch dengan analisis data selama 30 hari. 

Ringkasan Berita:
  1. watchOS 26 membawa fitur notifikasi hipertensi di Apple Watch.
  2. Fitur tersedia untuk model terbaru dan beberapa generasi sebelumnya.
  3. Sistem membutuhkan data selama 30 hari sebelum memberikan peringatan.

TRIBUNNEWS.COM - Apple kembali menambahkan fitur kesehatan pada perangkatnya melalui sistem operasi watchOS 26

Pembaruan ini memungkinkan Apple Watch memberikan notifikasi terkait potensi hipertensi pada pengguna.

Laporan yang dipublikasikan 9to5Mac pada 5 Mei 2026 menyebutkan bahwa fitur ini tidak hanya tersedia untuk perangkat terbaru, tetapi juga mendukung sejumlah model sebelumnya.

Beberapa perangkat yang dapat menggunakan fitur ini di antaranya Apple Watch Series 11, Series 10, Series 9, serta Apple Watch Ultra 3 dan Ultra 2.

Untuk mengaktifkannya, pengguna harus menggunakan iPhone 11 atau versi lebih baru yang telah menjalankan iOS 26. 

Selain itu, ada beberapa syarat tambahan yang perlu dipenuhi sebelum fitur bisa digunakan.

Pengguna diwajibkan mengaktifkan deteksi pergelangan tangan pada Apple Watch. 

Fitur ini juga hanya tersedia bagi pengguna berusia minimal 22 tahun, tidak sedang hamil, serta belum pernah didiagnosis hipertensi.

Pengaturan fitur dilakukan melalui aplikasi Health di iPhone. 

Pengguna dapat membuka profil, memilih menu Health Checklist, lalu mengaktifkan opsi notifikasi hipertensi dan mengikuti petunjuk yang tersedia.

Meski sudah diaktifkan, sistem tidak langsung memberikan notifikasi. 

Baca juga: Apple Pertimbangkan Intel dan Samsung untuk Produksi Chip

Apple membutuhkan waktu sekitar 30 hari untuk mengumpulkan data awal sebelum dapat menganalisis kondisi pengguna secara lebih akurat.

Selama periode tersebut, Apple Watch akan memantau data melalui sensor detak jantung optik. 

Data yang terkumpul kemudian digunakan untuk melihat pola yang berpotensi menunjukkan adanya hipertensi.

Jika pola tertentu terdeteksi, pengguna akan menerima pemberitahuan sebagai peringatan dini. 

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda

Berita Terkini

© 2026 TribunNews.com, a subsidiary of KG Media. All Right Reserved