GADGET
Trump Dikabarkan Akan Ajak CEO Apple Tim Cook ke China Pekan Depan
Trump dikabarkan akan mengajak Tim Cook dan sejumlah CEO besar AS dalam kunjungan ke China pekan depan.
Ringkasan Berita:
TRIBUNNEWS.COM - Presiden Amerika Serikat Donald Trump dikabarkan akan mengundang sejumlah pemimpin perusahaan besar untuk ikut dalam kunjungan ke China pekan depan.
Salah satu nama yang disebut masuk dalam daftar undangan adalah CEO Apple, Tim Cook.
Laporan tersebut pertama kali disampaikan oleh Semafor dan kemudian dikutip media teknologi 9to5Mac dalam artikel yang dipublikasikan pada 7 Mei 2026.
Selain Tim Cook, sejumlah petinggi perusahaan besar lain juga disebut akan ikut dalam perjalanan tersebut.
Mereka di antaranya CEO NVIDIA Jensen Huang dan CEO Qualcomm Cristiano Amon.
Daftar undangan juga mencakup pimpinan perusahaan besar lain seperti ExxonMobil, Boeing, Blackstone, Citigroup, dan Visa.
Menurut laporan tersebut, daftar peserta mungkin masih akan bertambah dalam beberapa hari ke depan karena banyak CEO disebut berusaha mendapatkan undangan.
Meski detail agenda perjalanan belum diumumkan secara resmi, kunjungan ini diperkirakan akan membahas perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).
Hal itu berkaitan dengan laporan sebelumnya dari Wall Street Journal yang menyebut Amerika Serikat dan China sedang mempertimbangkan pembicaraan resmi mengenai AI di tengah meningkatnya persaingan teknologi kedua negara.
Persaingan AI antara Washington dan Beijing bahkan disebut mulai menyerupai perlombaan senjata di era digital.
Laporan Semafor juga menyebut Trump beberapa kali membicarakan rencana kunjungan ke China saat bertemu sejumlah eksekutif perusahaan dalam beberapa waktu terakhir.
Baca juga: 210 WNA Asal China hingga Myanmar Ditangkap di Batam soal Scam Trading, Korban dari Eropa & Vietnam
Trump dikabarkan memberi sinyal bahwa dirinya berharap para petinggi perusahaan tersebut hadir di Beijing.
Membawa para CEO dalam perjalanan luar negeri memang menjadi bagian dari agenda Trump pada masa jabatan keduanya.
Sebelumnya, kunjungan Trump ke United Kingdom, Japan, dan United Arab Emirates juga melibatkan pertemuan dengan pemimpin bisnis besar.
Dalam kasus Apple, hubungan Tim Cook dan Trump sempat dikabarkan merenggang setelah Cook menolak undangan Trump untuk ikut dalam kunjungan ke Uni Emirat Arab.
Saat berada di Riyadh, Trump bahkan sempat menyinggung ketidakhadiran Cook ketika berbicara kepada Jensen Huang.
“Tim Cook tidak ada di sisi, tetapi kamu di sini,” kata Trump kepada Jensen Huang dalam pidatonya di Riyadh.
Tidak lama setelah itu, Trump disebut mengancam akan mengenakan tarif 25 persen terhadap iPhone yang tidak diproduksi di Amerika Serikat.
Laporan New York Times menyebut ancaman tersebut diduga berkaitan dengan keputusan Cook yang tidak ikut dalam delegasi perjalanan sebelumnya.
Kini keputusan Tim Cook untuk menerima atau menolak undangan ke China dinilai cukup penting bagi Apple.
Pasalnya, Apple masih sangat bergantung pada pasar dan rantai produksi di China.
Selain itu, penjualan iPhone di negara tersebut juga disebut mulai kembali meningkat.
Jika Cook kembali menolak undangan, langkah itu bisa dianggap sebagai penolakan baik oleh pemerintah Amerika Serikat maupun China.
Apple sendiri sebelumnya telah memastikan bahwa Tim Cook akan tetap terlibat dalam hubungan perusahaan dengan para pembuat kebijakan global sebagai executive chairman setelah pergantian CEO dilakukan.
(Tribunnews.com/Widya)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/tribunnews/foto/bank/originals/Tim-Cook-ke-China-OK.jpg)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.